Minggu, 16 Juni 2013
Takdir Tidak Selamanya Sama Dengan Mimpi
19.14.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Coba lihatlah kebelakang, apakah duniamu masih sama ??
Malam ini, melihat kembali film Petualangan Sherina, filmku jaman dulu,
film yang sangat terkenal dijamanku, film tentang persahabatan, banyak
pelajaran yang bisa diambil dari film ini.
Melihat pemainnya, dulu dan kini kemudian tiba-tiba teringat aku dan
teman-teman masa kecilku. Ingat percakapan kami dulu, ingat mimpi-mimpi kami,
ingat kisah dan petualangan kami. Semuanya telah berbeda dan jauh dari
angan-angan lalu... Garis takdir Allah berbicara.
Sherina yang masa kecilnya periang, pemain film dan seorang penyayi
tidak disangka ketika beranjak dewasa menghilang dan kini ketika usianya telah
matang dia lahir kembli dengan berjuta prestasi dan tentunya karakter yang
baru, tidak lagi lucu, imut, dan menggemaskan, tetapi cantik dan pintar. Begitu
pula dengan Derby sebagai Sadam, menjadi sosok yang berbeda dengan tampilan
yang berbeda.
Begitu pula teman-temanku. Teman SD, SMP, dan SMA. Semuanya berubah dan
jauh dari sejuta prasangka dan perkiraan. Mimpi-mimpi yang dulu pernah terucap,
ternyata kenyataannya tidak serupa.
Temanku yang telah dewasa. Ada yang mau menikah,dan sudah menikah bahkan
telah menimang anak, ada yang sedang
bekerja membanting tulang, berpusing kuliah, dan bahkan ada yang masih
memperjuangkan mimpi-mimpinya dan sebentar lagi mimpinya menjadi nyata.
Temanku, takdir kita ternyata berbeda dari mimpi kita dulu.
Teringat obrolan santai diruang kelas SMA. Aku dan teman-teman akrabku.
"Mau lanjut kuliah dimana ?"
"UGM""UNY""UAD"
"Jurusan apa ?"
"Aku Akuntansi.""Aku TI""Aku pendidikan matematika""Aku pendidikan olah raga."
4 Orang yang sekarang berjuang dengan mimpi-mimpinya sendiri....
"Mau menikah umur berapa ?"
"23 atau 24 lah.""25 aja deh.""sebelum tahun 2012, biar kalau kiamat sudah tahu rasanya berkeluarga."
Ya, itu sekelumit perbincangan yang pernah kami lakukan. Dan kini
semuanya berbeda....
- Yang ingin kuliah di UGM, ternyata belum diijinkan untuk berprestasi di UGM.
- Yang ingin masuk jurusan akuntansi ternyata harus nyasar di jurusan bahasa inggris dulu.
- Yang ingin menjadi guru harus menerima takdirnya di Universitas yang tidak pernah dia sangka.
- Dan yang hanya ingin menjadi pesepak bola yang berhasil masuk ditempat yang benar-benar dia inginkan.
Begitu juga dengan pernikahan. Temanku yang ingin menikah sebelum tahun
2012, masih harus menyiapkan diri untuk mendapatkan seorang akhwat yang dia
idamkan, yang ingin 23 tahun akhir bulan ini akan menikah tepat diusianya yang
baru 21 tahun. dan yang ingin menikah diusia 25 tahun masih mencari dan
memantapkan siapa yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.
Cerita hanya untaian kata, Allah lah yang menjadikannya nyata....
Tidak ada yang pernah tahu esok akan menjadi apa dan dengan siapa. Hanya
bisa berusaha semoga semua mimpi terwujud perlahan. Dan kelak jika momen
nostalgia itu datang semua akan tersenyum bahagia. :)
Selamat bermimpi, selamat menikmati hari-hari, selamat menjalankan
takdir Ilahi...
Allah Maha Pembuat Skenario terbaik. ^^
Sampai jumpa dicerita selanjutnya ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar