Selasa, 25 September 2012
Proses Yang Berakhir
08.57.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Sebuah catatan perjalanan. Menikmati proses dan terus mempelajarinya. Mengambil hikmah dari sebuah kisah, kisahku dan mereka.
Memandang sekeliling, begitu banyak proses yang terjadi. Senang, sedih, marah, kecewa, harapan, dan keputusasaan. Mencoba berpikir, dimana titik awal dan akhirnya. Mencari sebuah kebenaran agar tak ada perselisihan. Semuanya menyenangkan.
Ada sebuah kisah, kisah yang mungkin biasa. Namun kisah ini membuatku banyak berpikir. Berpikir tentang sebuah pelajaran. Hemmt, mencoba menelaah, apakah pemikiranku ini benar.
Kekaguman.
Rasa ini berawal dari kekaguman. Mengagumi seseorang dan mungkin mencoba untuk mendekatinya. Menyamakan rasa kemudian mencoba untuk melangkah bersama.
Awalnya menyangkan, huuumt sangat menyenangkan bukan ?
Melalui banyak hari bersama. Berbagi bersama. Menyemangati bersama. Atau mungkin saling menanggung beban bersama. Seperti inilah awal sebuah proses, penuh kebahagiaan.
Namun, bagaimana jika proses itu tiba-tiba terhenti. Mungkin karena suatu sebab yang sulit untuk diungkapkan. Menghilangkan sebuah rasa bercampur dengan kekecewaan. sedih ? tentu saja sedih. Hilang, semua kebahagiaan terasa hilang, menguap begitu saja.
Apa yang terjadi ? Sikap dingin, acuh tak acuh, dan tak saling peduli. Menyakitkan.
Yang dulu saling memberi, kini saling mencaci. Yang dulu saling mencinta, kini saling mencerca. Humt, tak bisakah itu kembali normal , meski sudah tergores sebuah luka, luka yang mungkin telah dalam.
Aku rasa ini tak benar. Seharusnya orang yang pernah saling memiliki jika perpisahan itu terjadi tak harus lah untuk tidak peduli. Karena bagaimanapun dia pernah menempati satu sudut kecil dihati. Menjalin silahturahmi, tentu penting, walaupun dengan dia yang telah menyakiti hati. Mungkin tak lagi peduli, namun apa salahnya untuk sekedar berkomunikasi.
Ya, ini memang hanya sebuah opini. Sebuah opini dari seseorang yang sedang menikmati sebuah proses dalam perjalanan hidupnya. Sekedar berbagi pendapat akan sebuah hubungan yang tak lagi ada.
Aku rasa bagaimanapun sekarang rasa yang ada, entah itu masih sama ataupun telah berbeda, tidak menjadikan kita berubah, berubah sikap dengan dia yang pernah mencinta. Biarlah semuanya kembali normal, sama seperti dulu pertama kali mengenal.
Sulit, memang sulit. Tapi bukan berarti hanya diam dan terus menikmati, menikmati sebuah hubungan yang tidak harmonis. Bukankah banyak kawan lebih menyenangkan daripada banyak lawan ? Yup, apapun ceritanya dulu, itu dulu. Dulu hanyalah sejarah untuk masa depan. Sejarah untuk belajar, belajar agar menjadi pribadi yang menyenangkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar