Pages

Senin, 05 September 2011

PostHeaderIcon Cerita Masa SMP

Kalau ditanya masa mana yang aku sukai, pasti aku jawab masa SMP. Ya, masa itu sangat special buatku. Aku menemukan 7 orang sahabat yang sangat baik, aku mendapatkan banyak pengalaman dan kenangan baru, dan tentunya disanalah aku menemukan first love

Masa SMP adalah masa dimana aku menjadi gadis yang bebas, walaupun gak bisa dibilang nakal tapi aku merasa masa itu sangatlah berbeda dengan masa2 sekarang dimana sekarang aku tak bisa main2 dalam urusan sekolah. Sekarang aku merasa sudah ada tanggung jawab dipundakku. Aku tidak boleh main2.

Ahh,, masa itu sangat indah. Persahabatan yang terbentuk karena tugas sekolah, dan perasaan ‘itu’ yang mulai hadir menghiasi ceritaku.  Awalnya….

Bermula dari suatu sore di sekolah menengah pertama dipinggiran kota Jogja. Aku yang saat itu sedang tergila-gila dengan music memutuskan untuk ikut salah satu ekskul disekolah itu. Dengan wajah berseri  dan penuh senyum aku dan sahabatku menunggu kelas music tanpa modal bakat sedikitpun. *ceritanya modal nekat, yang penting bisa belajar disana, hehehe. Uh, tiba2 mataku tertuju pada satu laki2 yang duduk didepan mushola.

Ah,dia ikut ekskul musikkah?” pikirku. 

Sepertinya iya, karena sore itu hanya ada jadwal ekskul music. Ternyata benar, dia ikut. Entah kenapa hatiku berdegup kencang saat melihatnya masuk membawa alat music yang besar itu. 

Omoo , inikah love at the first sight ?? 

ku dengarkan baik2 saat dia berkenalan. 
“oh, itu namanya” batinku. 

Mulai saat itu aku berusaha mencari tau informasi tentang dirinya. Siapa nama panjangnya, kelas berapa, rumahnya dimana, dan yang terpenting apakah dia jomblo ? YUP, smua itu bisa ku dapatkan.

Setiap pagi, istirahat, sampai saat pulang selalu aku melihat ke arah kelasnya, siapa tau bisa melihat dirinya walaupun samar2. Ya, saat kelas 1 kelas kami memang berjauhan, maka dari itu aku sulit untuk melihatnya setiap hari. Hanya saat upacara bendera dan olah raga saja. 

Tahun berganti tahun, tapi rasa itu masih sama. Tahun kedua smp aku anggap sebagai tahun keberuntunganku. Kelas kami berhadapan, itu tandanya aku bisa melihatnya lebih sering. Terkadang aku malu bahkan bisa salting saat bertemu dengannya. Bahkan aku gak berani menatap wajahnya. Karena keseringanku menatapnya, mungkin teman2nya ada yang sadar. Saat itu, praktek olah raga lempar tombak, ya aku mengingatnya dengan jelas. Aku berada dibarisan nomor dua dari pinggir, persis disamping dia dan teman2nya yang sedang duduk melihat kami.  

Oh, Tuhan…taukah apa yang aku rasakan saat itu? Nervous setengah mati… aku berusaha focus dan tidak melihatkan bahkan berusaha tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Aigoo, sahabatku yang memang disebelahku saat itu mendengar kata2 yang bikin aku takut, malu, bingung, semua perasaan ada kala itu. Oh, Tuhan temannya menyadari perasaanku dan dia memberitaunya dan teman2nya yang lain. Aku hanya bisa duduk tertunduk dibalik pepohonan dan semakin tidak berani untuk bertemu dengannya.

Kelas dua aku juga sudah mulai tau jam berapa dia datang ke sekolah, saat olahraga dia pasti datang pagi2 dan saat hari biasa dia datang agak siang terkadang juga terlambat. Oleh karena itu aku selalu datang pagi agar bisa berpapasan dengannya dan mencari tempat duduk yang strategis agar bisa melihat kekelasnya.  Kadang aku tersenyum jika ingat hal ini..

Kenaikan kelas dua adalah saat yang dinanti2 oleh angkatan kami. Saat dimana kami semua harus menunjukkan bakat kami di bidang music. Kami harus menampilkan apapun yang berbau music agar kami lulus dalam ujian seni music. Saat itu aku gunakan untuk mendapatkan fotonya, :P. yes, berhasil dengan bantuan temanku yang memang tau perasaanku.

Ada satu hal lagi yang juga gak bakal terlupa. BIMBINGAN BELAJAR !! Ya Tuhan ini keajaiban, aku dan dia satu ruangan belajar. Sungguh tidak menyangka. Karena bimbingan itu aku bisa melihatnya lebih sering. Pernah sahabatku usil dan itu membuatku sangat2 malu. Kebetulan aku dan sahabatku tidak duduk bersebelahan, dia berada di belakangku , ah   bukan lebih tepatnya satu baris setelah belakangku. Sahabatku menyuruh seseorang untuk memanggilkanku. Aku merasa ada yang menepuk pundakku dengan alat tulis semacam bolpoint atau pensil gitu, menengoklah aku. 

Eiiits,,, you know, who is her?? 
Yup, orang itu ‘dia’. Aku yang memang sudah lama suka dengannya tanpa sadar memandangnya tenpa berkedip, seakan2 gak percaya dan itu lumayan lama. Gak connect apa yang dia maksud, hingga aku tersadar dan melihat kearah sahabatku itu.. ahhh, malu rasanya saat itu, sangatsangat malu. Tapi sesungguhnya aku berterima kasih dengan sahabatku itu. :D

Rasa ini bertahan sampai 4 tahun, hingga aku menyerah dengan perasaan ini. Kami yang berbeda SMA membuatku tidak kuat untuk mempertahankannya. Dan rasa itupun kini pudar, walaupun saat kuliah kami berada pada universitas yang sama, tapi semenjak lulus SMP kami tidak pernah bertemu lagi. Gak masalah, ini hanyalah cerita masa lalu yang telah menjadi kenangan. 

Kalaupun dia membaca ini, aku hanya ingin bilang … terima kasih sudah menuliskan cerita yang begitu indah di hidupku. Terima kasih telah membuatku merasakan kehidupan seperti itu. Aku tidak pernah menyesal walaupun aku belum pernah sekalipun berbicara dengannya secara langsung. Aku sangat bahagia karena dirinya tak pernah menghindar walaupun kamu tau aku suka kamu… danke…:)


*** haduuuuh, kenangan masa ababil (-_-") >> setelah dibaca lagi ternyata ..... ini sungguh ababil sodara-sodara. Cukup sekali aja deh, pengalaman yang kayak gini >_<

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.