Pages

Rabu, 07 September 2011

PostHeaderIcon RAJA DENGAN EMPAT ORANG ISTRINYA


Ada seorang raja memiliki empat orang istri. Ketika dia sedang mengalami sakit keras dan tidak ada satupun yang bisa mengobatinya, diapun sadar bahwa sebentar lagi ajalnya tiba. Dia memiliki empat istri yang sangat setia kepadanya. Namun dia berpikir, setelah dia mati, pasti dia merasa sepi dan sendiri. Sang raja pun memanggil keempat istrinya satu per satu.

Pertama-tama, yang dipanggil adalah istri keempat, istri terakhir yang paling muda dan jelita. “Sayangku,” kata sang raja, “dalam satu dua hari lagi, aku akan meninggal dunia. Setelah kematianku, aku akan merasa kesepian dengan sendiri tanpa dirimu. Maukah engkau ikut bersamaku ?”
“tidak mau!!” jawab istri keempat dengan tegas. “aku akan tetap disini. Aku akan tetap berdoa saat engkau dimakamkan, tapi aku tidak akan melakukan lebih dari itu.’ Dia bergegas keluar dari kamar suaminya.


Mendengar penolakan itu, sang raja merasa sedih. Dia telah mencurahkan kasih sayangnya terhadap istri keempatnya. Dia selalu bangga akan istri keempatnya yang masih muda dan memiliki wajah yang cantik. Setiap pertemuan dan jamuan yang dihadiri, sang Raja selalu memilih istri keempat untuk mendampinginya. Namun, semuanya telah sirna. Ternyata dia mendapat kenyataan bahwa cinta istrinya tidak sebesar cinta yang dia berikan.

Lalu, dia memanggil istri ketiga yang dinikahi karena kecerdasan dan kepintarannya. Dia selalu bisa memberikan rasa aman dan ketemtraman buat sang Raja karena is bisa menjadi istri sekaligus sahabat yang baik buat sang Raja.
“Kasihku,” tidak lama lagi aku akan meninggal dunia. Setelah kematianku, pasti aku akan merasa kesepian dan sendiri tanpa dirimu. Maukah engkau ikut denganku?”
“Maafkan aku,” kata istri ketiga dengan penuh penyesalan. “Aku tidak bisa menemanimu setelah kematianmu. Aku hanya bisa menemanimu sampai sisi liang kubur dan tidak akan lebih dari itu.”
Penolakan itu membuat hati sang raja semakin remuk. Segera  sang Raja memanggil istri kedua yang dia nikahi karena ketenarannya. Dia harus berjuang keras untuk mendapatkan istri keduanya. Setelah Raja memilikinya, dia merasa bangga Karena perempuan itu adalah wanita yang begitu banyak didambakan semua pria. Perempuan ini adalah perempuan yang sangat setia terhadapnya.
“Manisku,” kata sang Raja sambil menatap istrinya yang begitu setia. ‘Sebentar lagi saya akan meninggal dunia. Pastinya aku akan merasa sendiri dan kesepian. Manisku, maukah kau menemaniku dan bersamaku?”
“Itu tidak akan kulakukan,” tukas wanita yang menggairahkan itu. “Namun tenanglah, aku akan membuatkan upacara pemakaman yang mewah buatmu. Setelah itu aku akan pergi bersama putramu.”
Mendengar rencana itu, sang Raja marah dan terguncang. Tanpa piker panjang, sang Raja mengusir istri keduanya itu.

Dengan perasaan yang remuk, Raja pun memanggil istri pertamanya. Dia begitu menyesal dan tidak enak hati melihat kondisi istri pertamanya yang berpakaian lusuh, kurus, dan terkesan kelaparan. Selama ini dia tidak memperdulikan istri pertamanya karena tidak terlalu mencintainya. Namun, istri pertama sang Raja inilah yang selama ini memberikan banyak peran dalam hidupnya. Dia bekerja tanpa banyak bicara dan barada dibalik layar kesuksesan sang Raja.
“Cintaku,” dengan nada penuh penyesalan dan memohon, “Sebentar lagi aku akan meninggal dunia dan tidak ada yang mau menemaniku. Setelah aku mati, pasti aku akan merasa kesepian dan sendiri. Maukah engkau menemaniku?”
“Tentu saja aku akan pergi bersamamu,” jawab istri pertama dengan begitu tenang. Aku akan menemanimu kemanapun kamu pergi. Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan setia kepadamu.”
Merasa menyesal, sang Raja lalu bergumam, “Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tidak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku.”

Sesungguhnya kita semua memiliki empat istri dalam kehidupan ini. Istri keempat adalah tubuh kita. Secantik atau segagah apapun fisik kita, ini akan hilang.seberapa banyak waktu dan harta yang kita korbankan agar bisa terlihat indah dan menawan, semuanya akan hilang. Begitu kita meninggal, apapun yang kita pakai dan bagaimana pun rupa kita, itu tidak akan berarti sama sekali.

Istri yang ketiga adalah keluarga, kerabat, dan teman-teman. Sedekat apapun kita terhadap mereka, tidak akan bisa menemani kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita. Istri yang kedua adalah status social dan kekayaan. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah, dimiliki oleh orang lain, dan melupakan kita.

Sesungguhnya istri pertama kita adalah amalan kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekeyaan dan kesenangan pribadi. Ia adalah segala perbuatan yang telah kita lakukan, baik ataupun buruk. Taukah Anda bahwa hanya amal kebaikanlah yang mampu menolong kita di akhirat kelak? Perbuatan baik dan buruk sekecil apapun itu kelak akan dibalas. Jadi, selagi mampu, percantiklah diri ini dengan amal-amal kebaikan. Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari.

Sumber : Eurecel, hal 368-372

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.