Selasa, 08 Oktober 2013
Harapan Untuk Nama Yang Sudah Tertulis Di Lahful Mahfuz
23.28.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Saya pernah bermimpi, suatu hari nanti saya akan menemukan seseorang yang bisa mengerti saya dan saya pun mengerti dia. Menyemangati satu sama lain, bahkan tertawa dan menangis bersama. Tidak ada benteng yang membatasi kami, tidak ada yang tersimpan dihati, saling tahu.... saling tahu apa yang ada di hati. :)
Dan hingga kini saya masih terus meyakininya bersama mimpi-mimpi saya yang lain. Modal saya cuma yakin, itu saja. Dan saya sangat percaya bahwa Allah mengabulkan orang-orang yang selalu yakin. Yakin bukan berarti mendahului takdir, tidak. Yakin berarti menambah semangat dan membuat diri ini semakin berserah diri kepada Sutradara terhebat di seluruh jagat raya ini.
Saya jadi teringat sebuah pesan dari teman tercinta.
"Wulan, kamu tahu tidak kalau kita menginginkan jodoh yang baik tentu kita harus menjadi baik, karena jodoh kita adalah cerminan dari diri kita ?" Aku pun mengangguk.
"Lalu, kamu percaya bahwa Allah telah menyiapkan pasangan yang terbaik untuk kita?" Lagi-lagi aku mengangguk.
"Dan kamu tahu bahwa mencintai karena Allah itu jauh lebih bahagia dari pada kamu mencintai apa yang ada pada dirinya ?" jleb, kata-kata terakhir yang mengingatkan aku pada sebuah keikhlasan.
Berulang kali berada pada situasi yang sama, entah karena 'frekuensi' yang terasa berbeda, atau barangkali terlalu hanyut pada bisikan ampuh syeitan-syeitan yang setia menggoda, membuat diri ini terus introspeksi bahwa apa sih yang sebenarnya dicari ? Perlukah bertahan ?
Saya sangat bersyukur memiliki teman-teman yang selalu mengingatkan saya pada apa sih sebenarnya tujuan dari hidup kita ? Meski pernah dinilai aneh oleh orang-orang yang tidak mengerti, tetap harus bertahan pada keyakinan hati.
Ya, jodoh... siapa yang tidak menanti. Kuncinya cuma sabar dan berserah diri.
Label:
mimpi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar