Senin, 14 Oktober 2013
Gadis Kecil Bermata Sendu
22.17.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Hallo sahabat ... ^^v
Kali ini aku akan menceritakan tentang seorang gadis yang telah menarik perhatianku selama ini. Namanya Wahyu Safera. Dia adalah adik kecilku di Kalam, tempatku menghilangkan penat setelah sekian hari berkutat dengan dunia kampus yang sedikt menyita waktu.
Apa yang begitu menarik dari diri Safera ?
Sabar .... akan aku kenalkan dulu siapa gadis kecil itu...
Namanya Wahyu Safera, teman-temannya sering memanggil dengan nama Safera. Siapa sangka gadis kecil ini adalah anak yang diangkat oleh pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai anak kandung. Safera masih kelas 6 SD. Orangnya sedikit pendiam dan pemalu. Wajahnya selalu tersenyum meski matanya selalu memancarkan kesenduan. Tetapi aku yakin dia memiliki bakat yang tidak kalah hebat dengan teman-temannya di Kalam, jika dia bisa diarahkan dengan baik.
Gadis ini selalu merasa dikucilkan. Dinomor sekiankan oleh teman-temannya yang lebih senior. Dia selalu terlihat akrab dengan satu orang yaitu Diana, gadis kecil setingkat dibawahnya. Mereka selalu kompak berdua, bahkan kompak juga untuk mengejainku dengan 'air matanya'. :').
Suatu Sore di hari Jum'at, dia berbisik kepadaku, menyanyikan sebuah lagu ciptaannya dan Diana. Aku tersenyum kecil mendengarnya. "Sayang...kok ya kamu bisa berpikir seperti itu ya ?" batinku. Lagu yang sedikit ku lupa liriknya tetapi yang jelas isinya tentang aku dan seseorang. Aahh, anak-anak hanya melihat dari sudut kecil yang belum pantas mereka tahu.
| Diana (kiri) , Safera (kanan) |
Aku dan Safera...
Tidak menyangka aku akan sedekat ini dengan Safera. Gadis kecil yang sempat menjadi pusat perhatian kakak-kakak Kalam karena kisah hidupnya. Safera sangat merindukan seorang kakak yang bisa mengayomi dirinya, menemaninya, dan selalu ada didekatnya. Itu yang sempat dia katakan padaku saat aku memeluknya. Aku sangat terharu ketika Safera berkata , "Enak dipeluk kak Wulan. Nyaman sekali."
"Safera ingin selalu dipeluk ? Sini kakak peluk lagi" Safera kembali memelukku.
Aku merasakan getaran aneh saat itu. Aku yang ingin punya seorang adik dan Safera ingin seorang kakak. Hatiku menangis kala itu, teringat mungkin jika adikku terlahir saat itu mungkin usianya tidak jauh berbeda dengan Safera.
Aku merasakan getaran aneh saat itu. Aku yang ingin punya seorang adik dan Safera ingin seorang kakak. Hatiku menangis kala itu, teringat mungkin jika adikku terlahir saat itu mungkin usianya tidak jauh berbeda dengan Safera.
Setiap pulang, Safera selalu menggenggam tanganku dengan kuat. Terkadang menatapku dengan tatapan tidak ingin berpisah. Gadis itu....ada sesuatu yang belum sempat terungkap.
Kado dari Safera ....
Hari Minggu, gadis hitam manis itu tiba-tiba menyodorkan sebuah gelang kepadaku.
"Ini untuk kakak." katanya.
"Beneran ini untuk kakak ?" Safera mengangguk dan berkata "Maaf jelek ya kak, tapi itu kenang-kenangan dari Safera biar kakak ingat Safera." dia berkata sambil berkaca-kaca.
"Ini untuk kakak." katanya.
"Beneran ini untuk kakak ?" Safera mengangguk dan berkata "Maaf jelek ya kak, tapi itu kenang-kenangan dari Safera biar kakak ingat Safera." dia berkata sambil berkaca-kaca.
Aku tertegun dengan sikapnya. Dia memberikan barangnya ketika Kak Rafi (Kakak kami) mengumumkan bahwa sebentar lagi kakak-kakak mau berangkat KKN selama 2 bulan dan itu tandanya kami tidak bisa mengajar di Kalam selama 2 bulan.
Sisi lain Safera ...
Aku ingat, ketika Kak Wulan Biologi membagikan coklat dari Bu Susi. Tiba-tiba gadis kecil itu meyodorkan sebungkus coklat itu padaku.
"Udah, ini buat Safera aja dulu." ujarku.
"Ndak papa kakak, nanti Safera minta lagi." katanya sambil tersenyum.
Ya, Allah....betapa perhatiannya gadis ini. Disaat yang lain berebut untuk dirinya sendiri, dia lebih memilih membaginya denganku.
"Udah, ini buat Safera aja dulu." ujarku.
"Ndak papa kakak, nanti Safera minta lagi." katanya sambil tersenyum.
Ya, Allah....betapa perhatiannya gadis ini. Disaat yang lain berebut untuk dirinya sendiri, dia lebih memilih membaginya denganku.
Tiba-tiba ...
"Kak, aaaaa...." Safera menyodorkan coklat yang baru dia ambil ke mulutku.
"gak ah, itu kan punya Safera, Safera aja yang makan." kataku sambil tersenyum.
"Yah, kakak... kita makan berdua aja. Ayok kak Safera mau makan berdua sama kakak."
Hatiku kembali terenyuh...
Gadis ini, begitu rindukah kau dengan seorang kakak ?
"Kak, aaaaa...." Safera menyodorkan coklat yang baru dia ambil ke mulutku.
"gak ah, itu kan punya Safera, Safera aja yang makan." kataku sambil tersenyum.
"Yah, kakak... kita makan berdua aja. Ayok kak Safera mau makan berdua sama kakak."
Hatiku kembali terenyuh...
Gadis ini, begitu rindukah kau dengan seorang kakak ?
Label:
Cerita ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


2 komentar:
yuhuu...te2p semangat wull di kalam,,pastinya,,bakal banyak halmenarik yang bakal kita dapeti di kalam,,,semangat !!!
yuppi...yupii.. yan ... Semangat !! jadi ingan tulisanmu "15" :)
Posting Komentar