Rabu, 30 Oktober 2013
Filosofi dan Pelangi
23.51.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu saja teringat nasihat ibu, ibu yang belum lama aku kenal. Sosok ibu yang mungkin jika kamu bertemu dan berkenalan membuatmu tidak ingin pergi jauh darinya.
Hijab yang selalu menjadi nasihatnya, membuatku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik meski aku sendiri menyadari banyak sekali kekurangan yang ada dalam diriku.
Doa-doa beliau akan kesuksesan anak-anaknya, membuatku semakin kuat untuk menjalani hari-hari ini yang entah kenapa semakin berat. Beban apa yang kutanggung, hanya kubagi dengannya dan dengan Nya. Ringan setelahnya meski terkadang perasaan itu terulang kembali.
Disaat seperti ini, teringat sebuah celetukan seorang teman, "filosofi paku dan papan." Tersentak ku seketika, ya... paku dan papan, filosofi lama yang pernah aku tulis. Hanya ada sebuah paku yang boleh tertancap pada sebidang papan, tentu kamu tahu apa maksudnya. :)
Tuhan, bukankah pelangi itu akan muncul setelah hujan turun bukan ?
Mungkinkah setelah ini aku akan melihat pelangi Mu ?
Atau mungkin masih Engkau simpan untuk hujan berikutnya, agar pelangi itu tidak hanya tujuh warna ?
Tuhan, kuatkan aku dalam hujan Mu
Lindungilah aku dalam dinginnya angin
Hingga aku mampu bertahan hingga datangnya pelangi itu
Jogja,haningnya malam
disudut hati yang tertahan
Label:
Cerita ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar