Pages

Kamis, 25 Juli 2013

PostHeaderIcon Ramadhan Rantau

Ramadhan di negeri orang. Tanah seribu masjid, pulau impian...

Tahun 2013 ketika mimpi kembali tercoret. Tidak hanya sekedar senyum bangga, tetapi getir, pahit, dan syukur aku rasakan. Bagaimana mungkin aku bisa merasakan perasaan berkecamuk. Merasakan bahwa ini rasanya merantau jauh dari orang tua, lebaran ditanah orang, dan tinggal ditengah masyarakat baru. 

"Tidaklah mungkin Allah memberi ini tanpa maksud", pikirku..

Ya, benar sekali... disini aku belajar banyak hal. banyak sekali, bahkan mata ini seakan terbuka lebar, istighfar, serta syukur yang tiada henti bahwa ini pelajaran dari Nya.

Kisah pertama, ini tentang keluarga ...
Hidup jauh dari orang tua, susah juga ternyata. Terbiasa dari kecil bersama orang tua, terbiasa dilindungi dan kini harus melindungi diri sendiri. Bukan berarti tidak ada teman disini tetapi rasanya berbeda. Nyuci baju sendiri, nyetrika sendiri, ngatur apa-apa sendiri tidak sama seperti dirumah. Komunikasi hanya via telpon. Bapak yang diam-diam selalu merindu meski tidak berani mengungkapkan, ibu yang selalu menanyakan kabar "sehat kan dik?" padahal disini aku berkali-kali kumat. Aku yang tidak tega memilih menjawaban "sehat buk". Aaaa.... aku rindu mereka. Aku baru merasa bahwa mereka istimewa untukku. Aku yang masih mengecewakan bahkan menyakiti beliau disini aku merasa menyesal. Ternyata tanpa mereka aku tidak bisa apa-apa. Berkali-kali menangis bukan karena aku cengeng, aku hanya teringat bahwa aku telah banyak kurang ajar dengan beliau... *Pulang nanti aku akan berubah. :')

Kisah kedua, tentang lingkungan dan teman-teman ....
Aku sudah merasa dari awal bahwa aku akan sulit berada ditempat ini bersama mereka. Mungkin dari akunya yang terlalu sulit untuk bergabung jika berbeda pandangan. Mungkin aku pemilih. Tetapi bagaimanapun "hidup bisa menjadi hikmah".
Satu hal yang aku syukuri bahwa mayoritas teman-teman disini masih menjaga kewajiban beragama yaitu sholat, puasa, dan mengaji. Aku sangat suka ini. Setiap hari berusaha untuk sholat berjama'ah dan mengaji bersama meskipun tidak semua melakukan tetapi setidaknya sebagian besar dari kami melakukannya. Meskipun sebenarnya aku sering mengelus dada, yang mereka anggap benar itu salah dan aku tidak berani untuk bilang itu salah karena itu akan terlalu ekstrim ... Belum lagi ditambah "drama percintaan" yang setiap hari selalu memasuki episode-episode baru yang itu bikin semua penghuni kamar cewek merasa "nyengir-nyengir miris" karena memang itu sangat mengganggu meskipun terkadang terhibur dengan kelakuan mereka.
Cinlok pun banyak terjadi disini. Bahkan aku sendiri pernah melihat sendiri bagaimana sinar-sinar cinta itu terpancar. *berasa kualat :(

Kisah ketiga, tentang iman , niat , dan cinta ...
Perasaan selama disini campur aduk. Bertahan atau sebaiknya mengikhlaskan semuanya untuk benar-benar memulai kisah yang baru bersama teman-teman seperjuangan ynag sempat aku tinggalkan. Mengikuti jejak mereka yang membersihkan semuanya dan fokus pada hidup "masa depan". Memasrahkan pada yang Kuasa dan meyakini bahwa suatu hari akan hadir seseorang yang mampu mengimami dan membawa kami ke surga. Allah yang MAha Tahu bagaimana kisah ini akan berakhir, tunggu saja apa yang akan terjadi. :)

Beginilah kisah KKN ku, asam manis... tetapi masih banyak rasa syukur disini ... tunggu kisah seru lainnya, banyak cerita untuk KKN NTB-05 ^^


0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.