Pages

Selasa, 30 Juli 2013

PostHeaderIcon Belajar Dari Sebuah Mimpi (Edisi KKN~Lombok)

Pelangi impian ...



Pelangiku ... mimpiku ...
Perlahan, pasti mengarah pada satu tujuan...
Disini, malam ini aku mengerti apa yang aku cari...
Arahku telah jelas , petaku hampir lengkap...
Hanya saja satu , masih ada ragu tentang yang satu...

Ramadhan kali ini, perbedaan itu terasa nyata sungguh nyata, ini yang aku rindukan, ini yang aku nanti. Terimakasih ...

Ramadhan pertama tanpa orang tua, ramadhan pertama diperantauan, ramadhan pertama yang benar-benar harus mandiri. Ternyata aku mampu, aku bisa meski harus berjuang sendiri, berjuang batin berjuang rasa. Bukan, bukan karena aku rindu Jogja ku tercinta tetapi karena penguat itu sangat kecil. Hanya aku dan Tuhanku disini. Kekuatanku berkat Dia yang selalu mengingatkan hingga terucap banyak janji ketika aku pulang dari sini nanti.

Terukhir banyak kisah ... aku bersyukur, Dia mengembalikanku seperti mimpiku. Perubahanku harus nyata, itu tekadku. Ibu bapak akan merasa nanti, anaknya telah banyak belajar disini. Belajar dewasa, ya... aku buktikan bahwa anak tunggalnya ini sudah mampu mandiri dan siap membahagiakan mereka karena mereka adalah bagian dari semangat terbesarku.

Hatiku ... terkoyak disini...
Apa kabar yang disana ? sapaanmu tenggelam dalam dinginnya malam disini. Bersyukur Dia menemaniku dalam lantunan janji-janji Nya padaku. "An-Nur:26" menemani setiap hariku. Disini akupun belajar tentangnya, tentang menata, menahan, dan bahkan merelakan. Berulang kali berpikir dan merasa "sepertinya" selalu menjadi alasan utama untuk "stop". Mungkin ya bisa jadi begitu kata yang populer disini. Bisa jadi setelah dari sini semuanya berubah, kembali aku memilih Nya dan mengubur dirinya. Sungguh disni aku banyak belajar...banyak belajar... Betapa nyaman berada dalam pelukan Nya ketika aku butuh seorang tumpuan dan memang sudah sepantasnya begini. Mungkin teman-temanku yang akan menguatkan...

Pada akhirnya aku memahami sesuatu. Allah mengabulkan mimpi seseorang pada waktu yang tepat. Tepat untuk dia belajar, bersyukur, dan pada akhirnya memahami bahwa aku begitu kecil dan hina tanpa uluran tangan Tuhan... Ini yang aku rasa, Puncak imanku untuk kembali pada Nya. Ramadhanku ... teruslah bersemi dihatiku :')

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.