Minggu, 09 Juni 2013
Saya Akan Tetap Menjadi Diri Saya
16.07.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Matahari bersinar begitu indah setelah semalam hujan mengguyur kota Jogja tercinta. Kesejukan udara mengawali suasana hati yang tak kalah bahagia menyambut hari-hari dengan semangat optimis. Aku menjadi diriku yang baru. Mengalahkan semua ketakutan yang pernah menghantui dan menahanku untuk menjadi pribadi yang luar biasa.
Menggapai mimpi dengan melawan rasa takut, aku lakukan beberapa hari ini. Mimpiku yang banyak, mimpiku yang terkadang terpandang sebelah mata, seolah memunculkan api membara dalam hari-hariku. Menguatkan kata "whatever" dan menutup telinga dari kata "they said", alhamdulillah aku berhasil.
Bermula dari suatu malam, ketika awal aku mencoba terapi untuk menghilangkan alergiku..
Bu Mar, begitu aku menyebutnya, seorang terapist yang membuatku tersentak dengan segala keahliannya dan segala anugrah yang Dia berikan kepada Bu Mar. Tanpa diminta, beliau membeberkan bagaimana pribadiku dan berujung pada pengakuanku akan masa lalu yang menyebabkan aku seperti itu. Saran beliau yang terus terngiang sampai detik ini seolah memberi kekuatan untuk aku berubah menjadi lebih baik.
"Adiknya ini banyak kecewa ya, terkadang tidak mendapatkan apa yang diharapkan."
"banyak tilawah dik, dengerin murotal Al-Qur'an."
"tidak selamanya lilin akan terus bersinar, perfectionist boleh tetapi jangan terlalu. Jika tidak suka katakan saja tidak suka, manusia tidak ada yang selamanya benar."
Diriku kaget, Bu Mar berbicara seperti itu padahal aku dan beliau baru pertama kali bertemu dan berbicara dimalam itu. Aku hanya bisa menjawab "Njiih bu, dan sedikit menjelaskan alasan kenapa aku seperti itu."
Mulai malam itulah aku merenung dan memutuskan untuk melawan semua alasan yang membuatku seperti itu. Berani berkata tidak meskipun itu akan menyakitkan orang lain. Mulai sekarang tidak akan menyembunyikan kelebihanku demi orang lain. Tidak mau mendahulukan orang lain untuk menurunkan kualitas diri. Mungkin inilah sebabnya sampai sekarang aku masih menjadi seekor telur yang tidak bermanfaat.
Sudah waktunya untuk berubah, bersama teman-teman yang kini juga telah berubah. Menutup sedikit telinga yang hanya membuat kualitas diriku menurun. Mereka yang telah hebat, mereka yang kuat, aku pasti bisa seperti mereka.
Insyaallah, semoga ini yang terbaik :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar