Pages

Rabu, 02 Januari 2013

PostHeaderIcon Perbedaan Bukan Masalah Bagi Kami

Kali ini saya akan menepati janji saya untuk menceritakan sahabat terbaik saya... She is Aprilia Arnis Ginting. Dari namanya saja pasti teman-teman sudah bisa menebak. Dia keturunan batak, bermarga Ginting.
Kenapa saya menceritakan sahabat saya ini ? 

Bukan hanya karena kami sudah bersahabat lebih dari 8 tahun, tidak hanya itu. Saya menulis tentangnya karena saya kagum dengan pribadinya, prinsipnya, dan toleransinya.

Arnis, begitu dia akrab dipanggil oleh teman-temannya. Berasal dari keluarga nasrani yang taat. Namun, walaupun kami berbeda keyakinan, kami masih bisa saling bertoleransi. Walaupun saya sudah tidak pernah mengucapkan selamat ketika mereka sedang merayakan hari besar keagamaan, dia masih bisa memaklumi dan justru ketika saya sedang merayakan Idul Fitri dan Idul Adha, Arnis sering mengucapkan itu kepada saya dan teman-teman muslim lainnya. 

8 tahun bersabat dengannya cukup membuat saya kenal bagaimana pribadinya. Pribadi yang friendly, very very friendly. Memang sudah sejak awal saya kenal, dia adalah orang yang suka sekali bersosialisasi. Tidak heran jika dari SMP sampai sekarang kuliah pun dia aktif dalam berbagai kegiatan

Dari dia saya belajar tentang mempertahankan prinsip, tidak takut untuk menjadi pribadi yang berbeda (yang penting berkarakter), dan yang pasti saya banyak belajar tentang toleransi.

Dia adalah orang yang berpikir jauh ke depan. Punya mimpi-mimpi besar dan fokus untuk mengejar mimpinya (tapi gak sepaneng low). Dia seperti mbaknya yang sekarang kerja di Amerika Serikat. Fokus pada karir dan tidak ambil pusing dengan urusan jodoh. Gadis penyuka lagu Didi Kempot ini menurutku unik. Setiap dia ngomong kata-katanya itu sederhana tapi ngena banget. Kalau curhat sama dia ini bawaannya tenang. Pemikirannya logis dan selalu memberikan kekuatan. No Galau deh kalau sama dia... Hidup terasa mudah. :D


Pernah suatu hari sahabatku itu memintaku untuk membantu kegiatan sosial di kampusnya (kebetulan dia kuliah di Sanata Dharma). Dia menawarkan kaos, dimana hasil penjualannya itu sepenuhnya akan disumbangkan untuk penderita gagal ginjal. Dan saya pun iseng-iseng menanyakan bagaimana hukumnya jika seorang muslim membantu kegiatan sosial orang-orang non muslim pada murobi saya terutama pada kasus saya ini (saat itu saya masih ikut liqo). Dan jawaban murobi saya itu cukup mengagetkan saya.

Kata beliau, lebih baik saya jangan membantunya karena kita tidak tahu apakah uang itu benar-benar digunakan untuk kegiatan sosial atau malah digunakan untuk kepentingan agama mereka.  

Whats??? 

Dalam hati sebenarnya saya merasa tersinggung, entah kenapa. Mungkin karena jawaban yang tidak sesuai dengan yang saya inginkan. atau mungkin karena beliau hanya menjawab secara umum tanpa mempehatikan faktor-faktor lain. Tetapi yang terbersit dipikiran saya saat itu ...

"you don't know who is she"

Saya yakin dia bukanlah orang yang seperti itu. Saya yakin hasil itu digunakan untuk kepentingan-kepentingan sosial. Bukan untuk kepentingan agamanya. Lalu jika demikian muncullah pertanyaan dipikiran saya, "bagaimana jika orang muslim menerima bantuan dari orang-orang non muslim?"

Mungkin ilmu agama saya masih cetek. Hukum-hukum agama belum banyak yang saya tahu. Saya hanya berpikir bagaimana menjadikan hidup ini damai, tidak ada saling membenci dan menyakiti. Saling bertoleransi tanpa ada konspirasi. Positive thinking namun tetap hati-hati.

Sebenarnya banyak yang saya heran, kenapa justru banyak muslim yang sangat mempermaslahkan perbedaan ini dengan 'terang-terangan' bilang "aku membencinya". Padahal dari banyak teman non muslim yang saya kenal, mereka tidak menunjukkan ketidak sukaannya terhadap suatu agama secara terang-terangan. Kenapa kita yang muslim malah menyakiti hati orang lain yang notabene sama-sama makhluk ciptaan Allah. 

Bukankah disini sudah jelas bahwa Allah pernah bersabda "Agamaku adalah Agamaku dan Agamamu adalah Agamamu." Tidak bisakah kita hidup dalam kedamaian.... ???

Ya, mungkin setiap orang punya pandangan yang berbeda-beda. Yang jelas saya sangat sayang sama sahabatku ini. Tidak perduli walaupun kami berbeda keyakinan, kami akan tetap bersahabat, tetap mensupport, dan akan selalu saling menghargai satu sama lain. Kami adalah orang-orang yang cinta damai. ^_^v.....


0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.