Pages

Kamis, 03 Januari 2013

PostHeaderIcon Dream and Future



Ketika banyak anak kecil yang menjawab "mau jadi dokter" saat itu jawabanku adalah "mau jadi guru". Itulah aku kecil saat ditanya besok mau jadi apa. Hehehe, sampai sekarang pun aku masih bingung kenapa jawabanku seperti itu.

Guru...
Entah kenapa nih ya, Guru dimataku itu keren abis. Semua jempol deh aku acungin buat para guru. Back to topic.... Semenjak SD aku memang berniat ingin jadi guru. Guru matematika, hehehe... memang sejak SD aku sudah sangat suka sama yang namanya matematika karena my father. Ya, karena Bapak ku lah aku cinta sama yang namanya matematika. Sampai SMA mimpi untuk menjadi guru itu masih ada dan semakin besar. Bahkan aku sudah merencanakan mau kuliah dimana, KKN-PPL dimana, dan kelak akan mengajar dimana. Ya, semua itu sudah aku pikirkan. Tetapi ternyata Allah punya rencana lain sodara-sodara. Kini aku tidak kuliah dimana mimpiku itu bisa terwujud.

Berawal dari sebuah niat....
Waktu itu kelas 3 SMA, saat dimana aku dan kebanyakan siswa kelas 3 mempersiapkan diri untuk test masuk perguruan tinggi. Sebuah rencana siap untuk dijalankan. Fokus pada satu tempat. Namun, suatu hari harapan itu sedikit sirna ketika orang tuaku mengatakan keinginannya. Keinginan agar aku mencoba mendaftar universitas beken di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada. Ya, apa boleh buat demi melihat senyum mereka iseng-iseng aku daftar lewat jalur UTUL (Ujian Tulis). Cari-cari jurusan mana yang aku minati. Ternyata eh ternyata, tidak ada jurusan yang sesuai dengan minat saya sodara-sodara. Sebenarnya ada sih, yaitu psikologi, tetapi karena itu jalur IPS dan aku harus mengambil IPC dan saya malas untuk kembali belajar materi-materi IPS maka hilang sudah mimpi pertama saya itu... relakan.... :'(


Lanjut cari-cari lagi, eeee....nemu jurusan statistika. "wah menantang ini kayaknya". Oke, fine ! Statistika adalah pilihan pertama. Lanjut mencari pilihan kedua, rencananya mau ambil PWK yang katanya gambar-gambar gitu tapi gak nemu pilihannya, eee tau-tau lihat tulisan Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ). "unik juga namanya, kayaknya seru nih pemetaan" saat itu aku belum ngeh sama yang namanya penginderaan jauh, yang aku tau sih itu yang bikin peta-peta berarti gambar-gambar gak jauhlah sama PWK, pikirku saat itu. Lanjut deh cri pilihan ketiga. Karena sudah frustasi (lebay :P) akhirnya ya udah deh ambil Geografi dan Ilmu Lingkungan yang notabene masih satu Fakultas dengan KPJ.

Oke... hari ujian tiba. Karena dari awal sudah gak niat masuk, karena hati sudah terpaut di Universitas sebelah, alhasil UTUL kala itu gak pake yang namanya persiapan-persiapan. Nekat lah pokoknya, niatan awal just for my mother and my father. Jawab juga seadanya alias sebisanya. Singkat cerita, gadis yang gak tertarik dengan Universitas beken ini lolos UTUL dan diterima di prodi KPJ. Wow, gak pernah meyangka. >> doa orang tua memang paling manjur sob :)

Hari-hari kuliah....
Karena masih setengah-setengah ya hasilnya setengah-setengah juga.... (jangan ditiru :P). Yup, merasakan semua yang dilakukan tidak maksimal. Tapi apa boleh buat, sudah terlanjur basah, mbok ya sekalian.

Diam-diam mimpiku masih berkembang....
Lama di tempat itu bukan membuat mimpi kecilku melayang dan hilang. Justru semakin membuatnya berkembang dengan modifikasi yang ada. Guru....hohoho... "Cah Geografi kok dadi guru". Mungkin aneh ya, atau terkesan cetek banget mimpinya. Bodo amat lah, manusia berhak bermimpi sesuka mereka.

Selain Guru, ada mimpi lain yang diam-diam menggelayuti....
Kegemaran dalam memperhatikan orang-orang sekitar membuatku peka akan sesuatu yang mengganjal dari setiap gerak gerik mereka. Dan itu membuat semangatku untuk memperdalam semakin besar. Dunia Psikologi, dunia baru yang ingin ku geluti. Ada kebahagiaan tersendiri ketika menjadi pendengar dan memberikan saran kepada mereka yang 'percaya' dengan diriku. Mempelajari mereka dengan 'karya' yang mereka hasilkan. Membaca setiap perubahan mimik wajah mereka. Itu menjadi hal yang mengasyikkan... seruuuuu...... Tapi lagi-lagi semua akan sirna kalau mengingat nanti aku ini adalah sarjana Geografi bukan sarjana Psikologi.


Mimpiku tidak pernah putus asa....
Lagi-lagi aku berpikir, "bisa gak ya, aku melakukan sesuatu yang kusuka, bukan berusaha suka dengan apa yang ku lakukan ?"

Ow, tentu bisa . Si hati kecil selalu saja bilang seperti itu.

-Jika dulu aku sudah berusaha membahagiakan orang-orang yang ku cinta, sekarang saatnya aku membahagiakan diriku sendiri- You know what I mean ? strategi masa depan. Yup, aku menyebutnya dengan strategi masa depan. Strategi yang hanya aku dan Allah yang tahu :)-

Baiklah.... mimpiku, berkembanglah.... Tunggu aku menyelesaikan tugasku ini, kemudian aku ku jemput mu dengan sebuah semangat yang perlahan telah aku kumpulkan.   

2 komentar:

goresan-aulia mengatakan...

mirip ceritaku, si Aulia kecil yg dulu punya mimpi jadi guru, terus gedenya pengen masuk fakultas psikologi tapi malah jadi calon sarjana ekonomi.. :)

jangan berhenti bermimpi, mari selesaikan tanggung jawab kita dan menjemput mimpi kita.. :)

salam kenal.. :D

Azahra Bustan mengatakan...

Pasti Aulia, mari menjemput mimpi :)

Salam kenal juga, terima kasih sudah mampir :D

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.