Pages

Rabu, 31 Oktober 2012

PostHeaderIcon -A Dream-

"Ketika saya tidak tahu harus mengatakan inspirasi dan argument kepada siapa, satu-satunya cara untuk mengungkapkan adalah melalui tulisan" -azahra bustan-

Ditengah sibuk-sibuknya ujian, tiba-tiba antusias menulis muncul dan membuat saya kalang kabut, "ngurusi ujian sek, opo nuruti hasrat terpendam" (mengurus ujian dulu, atau mengikuti hasrat yang terpendam). Dua pilihan yang sama-sama sulit. Dan akhirnya saya bisa melakukan dua-duanya. Belajar sudah nulis pun gak masalah.


Setiap orang dilahirkan dengan potensi yang berbeda, sudah saatnya sekarang memaksimalkan potensi yang ada. 


Pernah merasa minder melihat orang lain sudah meraih banyak prestasi sementara kita satu prestasipun belum ada ?

Pernah berkecil hati ketika melihat yang lain sudah menemukan jalan suksesnya sementara kita masih meraba-raba besok mau jadi apa ?

Pernah merasa iri melihat diri belum bisa melakukan apa-apa sementara orang lain sudah melaju pesat dengan segala kemampuan yang ada ?

Jika jawabnya Ya, berarti kita sama.

Sering sekali aku merasa seperti itu, melihat teman-teman yang semakin berlari kencang sementara aku masih santai berjalan. Huhuhu....rasanya pengen nangis deh. Masak sih aku gak bisa seperti mereka, mengukir banyak prestasi dan membuat orang lain bangga. 

Plak...plak...
Sebuah tamparan hebat mendarat dihati yang sangat kecil ini. 
Buat apa berkecil hati, bukankah kita diciptakan dengan kemampuan yang berbeda-beda ? Aku, kamu, dan mereka. Kenapa masih tetap bersedih ?

Sesaat aku merenung....
Ditempat ini. Kenapa Allah mengijinkan aku menuntut ilmu ditempat ini padahal aku sendiri masih abstrak dengan tujuan akhir hidupku.  
Mau jadi apa ? 
Bekerja dimana ? 
Ahli dibidang apa ?  
Semuanya sama sekali belum terpikirkan. Gelisah, tentu saja. Tetapi dalam hati ada satu keyakinan bahwa Allah tidak akan memberi tanpa maksud. Suatu hari nanti akan aku temukan alasan kenapa Dia mengijinkanku berada ditempat ini. Jauh dari mimpi kecilku yang hanya ingin menjadi seorang "guru".

Hingga suatu hari ada sebuah kata motivasi penguat hati dari seorang motivator ternama, Pak Mario Teguh dalam program televisinya. "Kita belajar sampai tingkat perguruan tinggi tidak hanya untuk modal bekerja tetapi yang lebih utama adalah mengajarkan kita untuk membantu memecahkan masalah." ya, ketika kita disodorkan suatu permasalahan, jika tingkat pendidikan kita SD tentu kita akan memecahkan masalah dengan pemikiran SD begitu seterusnya. Semakin tinggi pendidikan maka akan berpengaruh pada cara penyelesaian suatu masalah.

Jujur sampai sekarang, hati ini belum sepenuhnya mantap untuk belajar ditempat ini, walaupun sudah berusaha menyukai apa yang dilakukan. Namun ternyata mencintai apa yang kita lakukan itu lebih susah dibanding kita melakukan apa yang dicintai. Akhirnya hanya bisa mengikuti arus...

Ketertarikan akan bidang lain yang sangat jauh dengan ilmu yang sedang dipelajari membuat diri ini susah untuk melebur dalam konsep-konsep pengetahuan ditempat ini. Walaupun banyak dosen sering 'mengiming-imingi' masa depan yang sangat cerah, tapi rasanya, tidak ada antusias akan hal itu. Mungkin karena ada sebuah mimpi yang sederhana.

Sekali lagi, kita semua diberi potensi, dan setiap potensi masing-masing orang itu berbeda, jadi kenapa kita tidak memaksimalkan potensi yang ada dan menjadikan diri kita lebih berharga ???

Tersadar, akhirnya aku tahu dimana potensiku. Potensi yang sebenarnya tidak banyak orang mampu, walaupun aku sadar ini tidak ada kaitannya dengan jurusanku. Tapi aku bersyukur, karena ditempat ini aku bisa mengembangkan bakatku, praktek langsung.  Jadi kenapa aku harus bersedih, jika aku sudah tahu dimana titik kelebihanku. 

Tidak sesuai dengan bidang bukan berarti aku tidak bisa bekerja sesuai yang aku inginkan. "sekarang dunia kerja itu tidak lagi kaku, memilih pegawai sesuai bidang jurusannya" begitulah kata salah satu wirausahawan muda saat kuliah enterpreneurship. Bekerja di perusahaan asing sebagai ketua HRD yang mengurusi penyeleksian pegawai. Beliau bisa kenapa saya tidak ? itulah yang terbesit dipikiran saya saat itu. 

Sekarang yang harus saya lakukan adalah menyelesaikan tugas saya sebagai mahasiswa dan segera bekerja ditempat impian. Walaupun berbeda dengan ilmu yang saya pelajari, tapi setidaknya saya berusaha berdamai dengan hati.


0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.