Pages

Kamis, 16 Agustus 2012

PostHeaderIcon Al-Mulk , Aku Jatuh Cinta

Assalamu'alaikum ^^

Sahabat Eureka, ini ada sedikit ilmu lagi yang mau di share. Semoga bisa menjadi penyemangat kita untuk menjadi hafidz Qur'an. :)


...................................................................................................................................................................


Al-Mulk, sebenarnya ini adalah surat favorit saya selain Ar Rohman. Bisa dibilang Love at the first sight dah. Kenapa ? Karena surat ini benar-benar surat yang membuat saya merinding ketika saya tau betapa spesialnya surat ini, bahkan saya menganggapnya ini kado yang Allah berikan untuk hamba Nya.


Ketika itu saya sedang asyik menghayati sinetron KCB edisi Ramadhan (ketahuan deh, tontonannya sinetron :3 . biarin deh, yang penting sinetron islami :P *tetep... ). Ceritanya, ada seorang gadis yang divonis akan meninggal beberapa bulan lagi karena suatu penyakit. Gadis itu diperankan oleh Marshanda. Dalam komanya dia bermimpi, dia berada pada suatu tempat yang sangaaaaaat luas tanpa ujung, serba putih dan sendiri. Kehausan. Lari kesana kemari, letih. Memanggil orang-orang yang dicintainya, namun tak pernah ada jawaban. Takut...ya, suasana seperti itu menakutkan. Hingga akhirnya terdengar suara seseorang yang sedang mengaji, mengaji sebuah surat "Kerajaan", surat pengetuk pintu hati.

Rasanya tenang. Begitulah yang dirasakan gadis itu. Rasa hausnya hilang, letihnya sirna. Tak ada lagi ketakutan, yang ada hanyalah kerinduan.

"Surat apa gerangan itu, ya Allah ? Menenangkan, menyejukkan, hingga hati tak lagi merasa sendiri."

Tersadarlah gadis itu dari koma. Menangis, dan memohon ampun.


Memang ceritanya terlihat biasa. Banyak cerita religi yang seperti itu. Namun, lihatlah sebuah manfaat dibalik cerita  itu. Ini bukanlah cerita isapan jempol belaka. Cerita itu benar-benar mengingatkan kita akan rasa cinta Allah kepada kita. Hanya dari sebuah surat, surat yang dijanjikan Allah untuk penolong kita saat hari penantian itu tiba.


Lagi-lagi kenapa saya jatuh cinta dengan surat ini ? Semua semata-mata karena sebuah ketakutan akan hari penantian itu. Saya tersadar, amal ibadah saya masihlah sedikit, bahkan sangat sedikit. Lalu, jika saya tiada esok siapa yang akan menemani saya di alam kubur nanti ? Ayah, Ibu, sodara, sahabat ? jawabnya tentu bukan. Amal, ya hanya amalah jawabannya. 


Berpikirlah saya, 
apakah mungkin amal yang sedikit ini mampu menerangi tempat peristirahatan saya yang terakhir ?
apakah amal yang sedikit ini mampu menolong saya dari siksa kubur ?
apakah amal yang sedikit ini mampu mengharamkan tangan malaikat Mungkar Nakir dan para binatang tanah untuk menyentuh tubuh ini ?

merenung ...
Hingga akhirnya saya menemukan sebuah hadist

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda, “Ada suatu surat dari Al Qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa'at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu: "Tabaarakalladzii biyadihil mulku… (surat Al Mulk)”.  (HR. Tirmidzi no. 2891, Abu Daud no. 1400, Ibnu Majah no. 3786, dan Ahmad 2/299).

Seketika bulu kuduk berdiri. Air mata hampir saja menetes, ya Allah Engkau Maha Pemurah...


Saya jatuh cinta, ya saya jatuh cinta dengan surat ini....

Al Mulk, surat ke 67 dan merupakan surat Makkiyah karena semua ayat diturunkan di Makkah. Al Mulk yang artinya "kerajaan" mengajarkan kepada kita jika hanya Allah lah yang memiliki seluruh kerajaan di alam semesta ini. Kata Yusuf Mansyur dalam kajian tafsir Qur'annya, ibarat Raja yang menguasai kerajaan, sehelai daun dan sebutir batu pun semua adalah miliknya. Begitu pula dengan Allah, semua ini milik Nya. Jadi hanya kepada Nya lah seharusnya kita meminta. 

Insyaallah, surat ini akan memberikan syafaat bagi setiap jiwa yang menghafal dan mengimaninya. Menjauhkannya dari siksa kubur dan menerangi dari gelapnya penantian.

Surat ini juga mengajarkan kita tentang tauhid atau keimanan. Ya, keyakinan tentang kuasa Allah. Hanya Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu (wahuwa 'alakulli syai'in qodiir). Tak ada tempat meminta selain kepada Allah. Bahkan Ustadz YM pernah berkata, "Jadikanlah Allah sebagai tempat curhatmu yang pertama, bukan orang tuamu, sahabatmu, bukan juga suami atau istrimu." Jika kita selalu menempatkan Allah diatas segalanya, insyaallah hidup ini terasa mudah, karena kita yakin Allah lah pemilik segalanya. Jika Dia berkata kun maka fayakun. Lalu kenapa kita harus bersedih akan setiap masalah yang kita hadapi?

Ketika menulis ini saya kembali tersadar, betapa lemahnya saya dihadapan Nya. Saya sering mengeluh akan setiap masalah yang saya hadapi. Setiap masalah yang datang mendera, pelarian saya hanyalah sahabat. Curhat sejadi-jadinya. Jika masalah itu tak kunjung terang, barulah pelarian saya yang terakhir adalah Allah. Sungguh, dimana hormat saya kepada Sang Pencipta. Bukankah Dia yang memberi dan Dia pula yang mengambil ? Setiap masalah datangnya dari Allah, dan dari Allah pula lah masalah itu kembali. 

"Cuma Allah yang mengingat doa kita, walaupun doa itu hanya terlontar sekali" (ustadz YM). Lalu kenapa kita masih meminta dengan yang lain. Itulah kuasa Allah, Sang Pemilik Kerajaan.

....................................................................................................................................................................

Untuk itu, mari kita menghafal. Berusaha menjadi hafidz Qur'an. Belajar se-ayat demi se-ayat, mumpung kita masih muda. Namun walaupun kita ini sudah tua, tak ada salahnya untuk terus belajar. Karena belajar tak mengenal usia. Jangan sampai kita menyesal diakhir penantian. Allah Maha Pemurah, Maha Pemberi Kasih, lagi Maha Mengampuni. Jangan pernah kita sia-siakan 'kado' terindah dari Nya. 'Kado' yang hanya diberikan untuk jiwa yang mencintai Nya.

Semangat menghafal sahabat, apapun itu suratnya, pasti Allah akan memberikan 'kado' terindah Nya. Karena Allah akan membalas kebaikan hamba Nya walaupun itu hanya sekecil biji zahra (maap lupa hadistnya ^^ )

 
Sekian ya sobat... semoga bermanfaat.... :)



Wassalamu'alaikum wr.wb. ^^



sumber tambahan :
http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3102-keutamaan-surat-al-mulk-mencegah-dari-siksa-kubur.html

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.