Pages

Minggu, 01 Juli 2012

PostHeaderIcon Taburan Benih Seorang Ikhwan

Suatu hari pernah ku temukan sms seorang ikhwan dan akhwat yang cukup membuatku berpikir. Sms yang begitu intens. Tak hanya membicarakan tentang dakwah tetapi hal-hal lain yang jauh dari sebuah kepentingan dakwah. Saat itu aku masih terdiam, tak ada tindakan yang aku lakukan. 

Berpikir, ya aku sedang berpikir. 
Bolehkan akhwat dan ikhwan seperti itu ? 
Diam..aku belum menemukan jawabannya. 

Memang ada yang bilang itu dilarang, karena akan semakin menghitamkan hati, bukankah syetan itu licik akalnya bulus ? Hemt, aku mengangguk. Tapi terbesit dalam pikiran, lalu bagaimana cara kita berinteraksi dengan seorang ikhwan ? haruskah kaku? haruskah hanya membicarakan dakwah saja, organisasi, dan dilarang bersenda gurau. Jika demikian, apa itu tidak membuat akhwat terlihat eksklusif ? Entahlah ...

Sms pun terus berlanjut. Aku tak lagi diam. Diskusi panjang bersama sahabat membuat kami berjanji menjaganya. Menjaganya dari penyakit hati. Awalnya kami percaya tak ada sesuatu yang terjadi diantara mereka kecuali hanya sekedar orang yang satu pemikiran. Ya, kami percaya. Hingga suatu hari, seorang sahabat sebut saja dia Mawar, menemukan kejanggalan. Ada yang aneh dengan smsnya. Tak ada lagi sms dari si ikhwan, tak ada lagi komunikasi. Humt, ternyata itu hanya halusinasi yang akhwat buat. Komunikasi itu tetap ada, hanya berganti nama. Kami terdiam. Salahkah kalau kami berniat menjaganya ? Tidak ingin mencampuri, karena kami sadar cinta itu fitrah. Baiklah, kami diam...
 
Lama terdiam bukannya menjadikannya semakin baik. Aku mendengar cerita lain, mengejutkan !. Janji tersirat dari si ikhwan. "Kitbah". Akhwat mana yang tidak berdesir hatinya jika ikhwan yang dia tunggu memberikan signal-signal akan mengkitbahnya ?? Saat itu aku tersenyum, semoga bukan hanya sekedar harapan (aamiin). Aku tau perbincangan yang mereka lakukan akan mengganggu pikiran si akhwat. Ya, terlihat dari perilakunya. Seminggu berlalu, sebulan juga telah berlalu, masih tetap sama, cinta akhwat terus bersemi. Hingga akhirnya ada yang aneh dengan si akhwat. Senyumnya tak lagi tersungging dibibir mungilnya. Matanya tak lagi bersinar seperti dulu ketika dia dimabuk asmara. Ada apa? Aku bingung, sahabatku ini kenapa.

Pertanda semakin terlihat janggal. Tak hanya berdampak pada perubahan dirinya saja, tetapi teman dan organisasi. Kenapa ini, kenapa ? Aku mendengar tangisan, kekesalan, kebingungan, dan itu membuatku semakin pusing. Apa yang terjadi? aku hanya bisa menunggu hingga si akhwat bersedia berbagi keluh kesahnya padaku, semoga engkau diberi kekuatan untuk menghadapi ujian ini sahabat, Allah bersamamu..


## pesan untuk ikhwan >> janganlah menjadi ikhwan penabur benih tanpa mau memanen benih yang di tanam. Bunga akan terus bersemi ketika dipupuk. Jika dari awal tak berniat memetik, janganlah menanam, jika terlanjur janganlah memupuk. Karena bunga akan layu tanpa ada yang memiliki. Dan asal kau tau, itu menyakitkan...




4 komentar:

Anonim mengatakan...

siapakah si ikhwan??? (geramm..). Harusnya bila dah mengaku ikhwan, tau tindak tanduknya pula, walaupun bukan ikhwan ataupun akhwat, harusnya juga begitu.. semua kembali pada niatnya, Innamal a'malu binniyaat..

Azahra Bustan mengatakan...

yup..yup.. Innamal a'malu binniyaat ..
siapapun itu semoga mereka diberi kemudahan untuk lulus ujian dari Nya. (aamiin)

Unknown mengatakan...

hem..
sepertinya di buku asma nadia pernah dibahas seperti ini ya.
sedih

Azahra Bustan mengatakan...

iya na.. kayaknya ada dibuku asma nadia, tapi luba yang judulnya apa
sedih dan dongkol :(

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.