Pages

Kamis, 05 Juli 2012

PostHeaderIcon Goresan Luka Seorang Ikhwan

Kembali ku ingin berkisah... Ini tentang Ikhwan penabur benih itu. Ada rasa kecewa, takut, dan kasihan. Kecewa dengan si ikhwan, takut dan kasihan dengan si akhwat...

Siang ini aku mendengar sebuah cerita dari sahabatku, Mawar. Sebuah cerita yang menambah kekcewaan dan ketidak sukaanku dengan si ikhwan. Semakin menambah pandangan negatifku tentang laki-laki. Memang aku sadar, tidak semua laki-laki seperti itu, tapi ini menambah citra negatif sebagian besar lelaki dimataku.

Awalnya kami hanya membahas tentang keberlanjutan ikhwan dan akhwat. Namun dari situ ternyata aku baru tau jika benar si ikhwan berhubungan dengan akhwat lain, sebut saja dia Dahlia. Sejujurnya belum pernah aku melihat secara langsung ikhwan ityu dengan Dahlia akrab berbicara, mungkin karena aku tak lagi aktif dilingkungan mereka. Namun, alasan aku mempercayainya karena dua sumber menceritakan hal yang sama tentang itu. Mawar dan Akhwat. Ya, sumber terpercaya dari dua orang yang aku percaya.

Yang aku dengar, Dahlia dan si Ikhwan sering berhubungan melalui sms.

Ya, sama seperti hubungan ikhwan dan akhwat sahabatku. Aku tak pernah membaca sms mereka sehingga aku tak bisa membandingkan apakah si ikhwan punya rasa dengan Dahlia. Namun Mawar bercerita, jika si ikhwan tiba-tiba berubah ingin belajar memperbaiki bacaan Al Qur'annya. Perubahan ini dimulai ketika Dahlia berucap jika dia menginginkan pasangan yang pandai membaca Qur'an. Dan anehnya lagi, si ikhwan belajar Qur'an dengan guru yang sama dengan Dahlia. Bahkan ketika ikhwan sedang belajar, sms pemberitahuan itu terkirim di inbox Dahlia. Aku tak ingin su'udzon, tapi apa daya banyak bukti yang mengarah kesana.

Dulu, akhwat pernah bercerita padaku, jika ikhwan mengakui kedekatannya dengan Dahlia, dan kata khitbah itu meragu karena adanya akhwat bernama Dahlia.

Akhwat cemburu, dan hatinya terluka.

Aku tau itu...

Hubungan ini sepertinya tidak hanya aku saja yang menciumnya, sahabat yang lainpun merasa.

Aku bingung, aku ragu, aku kesal ...

Apa maunya ikhwan ini. Jika dia sudah menetapkan satu nama, kenapa harus memberikan rasa cemburu? Hati akhwat itu mudah sekali tergores, dan goresannya itu tak akan mudah hilang.

Aku tau ikhwan itu punya hak untuk memilih, namun bukan begitu caranya.

Bukan dengan cara menabur banyak benih ditempat yang berbeda.

Aku takut jika akhir semua ini sama seperti yang kubayangkan.

Aku tak mau melihat akhwat ku menangis sepanjang malam, aku tak mau, aku tak rela.

Perubahan signifikan dari akhwat membuatku semakin yakin ada sesuatu diantara mereka. Entah itu sebuah janji, atau entah apa itu, aku tak tau...

huuuh... ikhwan, ikhwan,,,, mudah sekali kau berbuat seperti itu. Bagaimana jika hal ini terjadi pada anak perempuanmu kelak. Bagaimana perasaanmu sebagai ayah yang sangat sayang pada putrinya, putri yang dijaga. Akankah kau marah sepertiku ? Atau justru kau hanya diam dan tersenyum sambil berkata "ini baik untuk pelajaranmu nak"... huuh, lucu !!

Ikhwan, Ikhwan, sadarlah !! ini menyakitkan.....

#lanjutan Taburan Benih Seorang Ikhwan

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.