Kamis, 01 September 2011
Galau
20.44.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Galau, sebuah kata yang banyak dirasakan setiap orang entah muda entah tua. Perasaan yang bikin kita bingung, bimbang, pusing, ragu, campur aduk pokoknya. Ada yang galau karena cinta, ada juga yang karena teman, bahkan matakuliah pun bisa bikin galau. Hehe,, itu yang sering terjadi di kampus ku terutama fakultasku. Kadang aku sendiri heran lihat teman-temanku yang bisa galau karena matakuliah, *sebenarnya aku juga sih :P. kok bisa ?? saking semangat kuliah kali ya, hehehe :P . Tapi menurut mereka sih nilai semester depan itu ditentukan dengan matakuliah yang kita pilih di awal semester (baca: KRS). Klo salah pilih bisa2 nilai semester depan hancur deh, alhasil IP ato IPK turun deh, gak bisa dapet besiswa deh. Nah karena dihantui oleh perasaan seperti itu jadilah mereka galau. Sebenarnya aku sendiri gak suka klo disuruh galau, gak enak sangat gak enak. Entah galau karena matakuliah apalagi karena cinta. Yah, mungkin semua orang kalau disuruh milih gak ada yang mau galau lah… oleh karena itu aku sendiri berusaha cari cara supaya si galau jangan mampir. Caranya ?? aku sih persiapin diri aku sendiri buat menerima apapun yang terjadi, bukan berarti pasrah low. Semua itu ada itungannya. Missal kalau masalah kuliah nih, bingung mau pilih matakuliah mana, mau ngulang apa gak, mau cari yang rame apa yang sepi, ambil pratikum berapa ya ?? masalah2 seperti itu akan aku kembalikan ke diriku sendiri apakah aku mampu atau tidak dan aku berusaha untuk tidak terpengaruh oleh perkataan orang lain. Kuliah itu kebutuhan kita, berhasil tidaknya kita, kebanyakan dari orang lain tidak peduli itu. Mau kita berhasil ato gagal orang lain Cuma sekedar melihat (baca:masabodoh), kebanyakan dari mereka hanya memikirkan diri sendiri, ya walaupun ada yang perduli dengan keberhasilan kita tapi itu jumlahnya seikit mungkin hanya sahabat kita saja. Nah klo masalah matakuliah aja kita bergantung sama orang lain dan tidak bergantung sama diri kita alias apa yang kita sukai sama saja kita menggantungkan masa depan kita sama orang lain. Nah klo kita bergantung seperti itu trus, mau jadi apa kita ? klo kita ada yang ngulang matakuliah, apa teman kita itu mau ikut ngulang dengan kita ?? gak kan? Klo kita gak kuat dengan pratikum yang banyak, apakah teman kita mau bantu bikini laporan pratikum kita ? gak kan, lah laporannya aja belum selesai kok suruh ngerjain punya orang. Oleh karena itu jangan mau ikut2 orang lain, pilih sesuai kebutuhan dan kemampuanmu. Saya sih punya prinsip masalah pemilihan matakuliah untuk KRS, begini : “biarlah sedikit demi sedikit yang penting maksimal”. Maksudnya, gak masalah ambil sedikit sks sesuai kemampuan kita yang penting nilai yang didapat bisa maksimal dan gak perlu ngulang disemester depan. Dengan begitu kita bisa sekalian ngirit biaya kuliah. Bayangin aja 1 sks aja 75rbu lah klo ngulang 1 matkul yang isinya 2 sks bisa 75rb X 4 = 300rb, klo gak ngulang kan bisa ngirit 150rb tuh, bisa buat beli2… betul ?? selain itu kita bisa lebih paham dengan apa yang sedang kita pelajari karena kita mengambilnya sesuai kemampuan dan minat tentunya. Klo terpaksa karena ikut2 temennya yang ada gak belajar tapi menghafal, ujian kelar materi hilang. Alhasil entar klo skripsi harus buka2 buku lagi, nyita waktu dong, serba kerja dua kali.. betul ?? oh ya mungkin dikarenakan ada perasaan takut klo gak ada teman yang kita kenal dikelas.. merasa terasingkan. Haduh, jangan gitu justru kita bisa nambah kenalan baru, dapat temen baru, pengalaman baru ato malah bisa deket dengan dosen trus bisa jadi asisten dosen, tuh sapa yang gak mau ?? jadi, buang jauh2 rasa takutmu, tanamkan dalam diri “Aku gak mau masa depanku ditentukan orang lain, aku ingin sukses jadi aku harus berani, berani dengan hal baru, berani untuk maju” :D *Fighting !!
Nah kalau galau masalah cinta malah bikin sakit hati dan pikiran. Ya gak? Semua yang kita lakukan serba salah, mengganggu banget gak sih ? klo gini gimana dong cara ngatasinya ? kalau aku nih ya, aku berusaha lawan perasaan galau itu dari diriku. Sebnarnya gini, menurutku galau itu adalah perasaan yang muncul karena kita sendiri yang bikin. Hah, maksudnya ? galau itu sama seperti perasaan sedih, senang, jatuh cinta, marah, gelisah. Jadi perasaan2 seperti itu muncul karena kita yang buat. Kalau kita pengen sedih pasti kita sedih, pengen marah, kita marah. Coba klo kita bisa ngatur perasaan kita, hal2 semacam itu gak mungkin terjadi. Kita bisa sabar saat ingin marah, kita bisa nyanyi2 klo senang, kita memikirkan seseorang ketika kita jatuh cinta. Siapa yang bisa mengatur itu semua ? diri kita jawabannya.
Aku pernah punya cerita, dulu aku pernah galau, sedih, marah, bosen saat gak ada orang yang bisa memberiku perhatian lebih (baca: pacar). Apalagi kalau malam minggu, uwidih kerasa banget tuh. Orang disekitarku bisa kena dampak saat aku seperti itu, sungguh rasa yang benar2 gak enak. Akhirnya karena aku capek dan jenuh aku gak mau lagi mikirin yang namanya pacaran. Aku suntik diriku dengan motivasi tentang pacaran, aku banyak baca buku tentang pacaran menurut islam, mengurangi ndengerin bahkan nyanyiin lagu bernuansa galau, dan alhasil berhasil. Bahkan karena itu aku bisa memperkuat prinsipku agar cita2 ku terwujud. Bingung ya?? Hemmt, begini sebenarnya dulu saat aku pertama kali ngerti yang namanya cinta, terbersit dalam hatiku untuk mencintai satu orang untuk selamanya. Bahkan aku saat itu pernah berdoa bahkan sampai sekarang agar aku diberi ketabahan dan kesabaran untuk menunggu orang masa depanku (baca: jodohku). Aku meminta agar nanti jika aku pacaran aku hanya pacaran sekali saja dan itu dengan orang yang akan menjadi pendamping hidupku nanti. *Aamiin :)) dan alhamdulillah sampai sekarang masih bisa bertahan walaupun dengan banyak cobaan. Karena hal itu sekarang aku gak mau galau lagi, bahkan akhir2 ini untuk memikirkan pacaran saja malas, mungkin sudah terlalu jenuh. Lebih baik memikirkan kuliah agar cepat lulus dan bisa melanjutkan beasiswa s2 ke luar negeri, AAMIIN..
So, buat apa galau klo yang ada Cuma merugikan diri kita. Mending lakukan hal2 yang bermanfaat. Dari pada mikirin pacar yang mulai aneh, pacar yang posesif, ato nunggu pacar yang gak kunjung datang mending buat mikirin masa depan kita. Kita rancang masa depan kita. Kita mau jadi apa, pengen punya rumah kayak apa, gaji berapa dan jangan lupa pikirkan juga cara2nya agar kita bisa mewujudkan rancangan masa depan kita itu.. BERDOA DAN BERUSAHA, walaupun banyak orang berkata seperti itu, namun itu benar adanya, jangan pernah remehkan dua kata itu, tanamkan dalam diri dan bersiaplah menyambut impianmu … :)
Label:
motivasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar