Selasa, 09 Agustus 2011
Dibalik Kisah Seorang Sahabat
23.35.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Malam ini sangat menyenangkan buat kami. Persahabatan selama 6 tahun ini akan kembali nyata. Walaupun sifat kami berbeda dan sangat berbeda tapi kami punya rasa yang sama. Kami tak lagi menganggapnya sahabat tapi keluarga. Keluarga kecil yang siap berbagi suka dan duka.
Karena malam ini aku sadar, aku terlalu menuntut perubahan pada mereka sementara tak ada yang berubah dari diriku. Aku bahkan merasa tertampar, malu, sedih ketika sahabatku bercerita tentang perasaannya kepada kami. Ternyata persahabatan yang sudah terjalin selama 6 th itu belum cukup untuk mengenal kepribadian masing-masing diantara kami. Ibarat seperti Gelas tanpa air, kosong, hampa... Rasanya memang benar, kami hanya menyatu dalam raga namun tidak dalam jiwa. Sahabat macam apa aku ini, ketika sahabatku benar-banar sedang tersakiti, aku tak mampu menjadi obat penawar rasa sakitnya. Walaupun sebenarnya diriku punya masalah yang mungkin takjauh berbeda dengannya, setidaknya aku masih bisa memendamnya.
Aku tau perasaanmu, sahabat. Aku tau itu...sangat-sangat tau. Aku juga pernah mengalaminya waktu kecil, dan itu berdampak sekarang. Kisah masa lalu itu lah yang membentuk pribadi ku yang sekarang, pribadi yang mungkin sulit untuk diterima orang lain.
Ya, mungkin malam ini adalah malam permulaan persahabatan kita yang sebenarnya. Kita akan menjadi keluarga kecil kelak, atau bahkan kita bisa menjadi keluarga besar nantinya. Kamu, mereka, dan aku akan berjuang demi keluarga kita sahabat, keluarga WAALS K-VERA. :)
Label:
Persahabatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




2 komentar:
.so sweet :)
Walau sungguh pun waktu berkuasa, persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya.
Akan kenangan saat mimpi-mimpi bersemi semerbak, dan akan kenangan saat mimpi-mimpi terhempas berkeping di jalan berlubang kehidupan --
dan kau ada di sana sebagai sahabat yang memahami segala keluh kesah.
Posting Komentar