Pages

Rabu, 10 Agustus 2011

PostHeaderIcon Cerita Masa Lalu #Part 1


        Gadis itu duduk termenung sambil memegang buku yang baru saja ia beli dipameran siang tadi. Memandang langit bertabur bintang. Teh digelasnya nampak tak tersisa lagi. Sebut saja gadis itu Anna. Anna adalah mahasiswi Universitas ternama di kotanya. Wajahnya tidak tergolong cantik, namun aura kelembutan dan ke sholehahan terpancar diwajahnya. Gadis ini cenderung pendiam diantara teman dan sahabat-sahabatnya. Dia hanya bicara jika ada orang yang meminta pendapatnya atau hanya kepada orang-orang terdekatnya. Maka tak heran jika dia selalu terlihat sendiri, padahal sebenarnya banyak orang yang sayang padanya.
       "Anna ...masuk nak, sudah malam, istirahatlah." terdengar suara ibu-ibu memanggilnya. Ya itu suara ibu Anna. Ibu sangat sayang pada Anna. Anna adalah anak satu-satunya setelah 8 tahun silam adiknya meninggal dunia saat berada dikandungan. Mungkin itu salah satu alasan kenapa Anna selalu mendapatkan kasih sayang yang lebih dari ibunya. Bahkan si Ibu tidak tega menyuruh Anna untuk melakukan pekerjaan rumah ketika Anna mulai aktif kuliah, kata ibu, Anna terlihat sangat capek dengan kuliahnya, maka pekerjaan rumah pun beliau kerjakan dengan ikhlas.
     "Ya buk..." jawab Anna. Segeralah dia masuk dengan menenteng buku baru dan cangkir kosongnya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.15 namun Anna masih terjaga dengan buku barunya. Anna memang suka membaca apalagi buku-buku motivasi dan psikologi. Jika sudah ada buku ditangannya, tak ada seorangpun yang bisa mengganggunya. Lembar demi lembar mulai berganti, entah sudah berapa halaman yang ia baca, hingga akhirnya ia memutuskan menutup buku itu dan pergi tidur. Namun, jika diperhatikan setiap ia akan tidur, setetes air mata selalu jatuh di pipinya dan senyuman manis tersirat diwajahnya. Entah apa yang ada dipikirannya.

           
         Pagi pun datang, jadwal kuliah yang selalu pagi membuatnya harus bangun lebih awal karena jarak kampus dengan rumahnya lumayan jauh. "Hay Anna.... ah kau selalu datang pagi ke kampus, rajin sekali." Rina teman sekelasnya menyapa. "Ah, ea kamu juga datang lebih awal, ndengaren, ada apa ?" Anna balik bertanya. "Hehehehe, hari ini kan matakuliahnya Bu Susi aku gak mau klo dapet kursi paling belakang, bisa-bisa disuruh maju nanti." Anna hanya tersenyum. mereka pun masuk kelas. Benar ternyata, didalam sudah datang beberapa anak yang biasanya gak pernah datang pagi kecuali hari dimana ada mata kuliah Bu Susi. Bu Susi memang terkenal dengan dosen yang senang memberi pertanyaan pada mahasiswa yang duduk dibelakang, tujuannya simple agar mahasiswanya berebutan duduk di depan sehingga materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik.
           Anna memilih kursi baris ke 3 seperti biasanya, menaruh beberapa buku di sebelahnya. Ya, itu kebiasaan Anna jika dia datang lebih awal dibanding sahabatnya. Menunggu jam kuliah dimulai dengan otak atik HP, lihat kanan kiri seolah-olah sedang mencari sesuatu.  "Ah, belum datang rupanya" gumam Anna. "haiisst, kenapa sih masih kepikiran dia Anna? dia sudah menyakitimu, kamu masih tetap suka ?!?" hati Anna seolah marah pada raganya. Beberapa minggu yang lalu Anna memang sedang patah hati. Orang yang dia sukai ternyata lebih memilih kembali pada mantannya dari pada harus menjalin cerita baru dengan Anna. Padahal sebelum kejadian itu mereka sangat dekat, bahkan orang disekitar mereka pun sudah banyak yang tau. Anna sempat marah saat itu ketika ia tau laki-laki yang ia sukai kembali jadian dengan mantannya. Anna merasa dipermainkan hatinya, merasa seperti orang bodoh yang larut dalam cinta. Kenangan-kenangan bersama laki-laki itu seolah menjadi catatan kelam untuk dirinya. Malu jika ia ingat masa itu. Anna yang sedang belajar menjadi seorang muslimah dipermalukan oleh rasa cinta yang selama ini ia harapkan.
          "Woy!!" Reva mengagetkan Anna. Ternyata sahabat-sahabatnya telah datang. Reva, Echa, Rini, dan Desi sudah duduk dikursi dan bersiap memulai percakapan pagi itu. Kehebohan pun dimulai. Tak akan ada pagi tenang selama mereka sudah berkumpul. Itulah alasan yang membuat Anna merasa nyaman dan tidak kesepian. Anna memiliki sahabat-sahabat yang begitu ceria, semangat, dan tentunya sahabat yang menyayanginya.. "ssttt...." anak-anak yang lain memberikan isyarat bahwa Bu Susi dosen mereka sudah datang. Dan dengan sekejab ruang kelas menjadi tenang... 

BERSAMBUNG--

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.