Pages

Kamis, 11 Agustus 2011

PostHeaderIcon Cerita masa Lalu #Part 2

            "Aku sebel Na, mantanku ganggu-ganggu aku lagi. Aku sudah gak suka lagi sama dia, dia sudah terlalu menyakiti perasaanku. Gimana Na, aku capek dengan semua ini ? " Rini curhat pada Anna. Anna nampak serius memperhatikan cerita Rini. Sesekali mengangguk sesekali mengerutkan keningnya. "Sabar, orang seperti itu lebih baik gak usah kamu tanggepi Rin. Biarkan saja apa yang mau dia lakukan, nanti dia juga akan jenuh mengganggu kamu." Anna pun memberi saran. "Tapi,...." Rini nampaknya belum puas dengan saran Anna, akhirnya mereka pun kembali melanjutkan curhatannya.
        Anna sibuk menulis tugas pratikumnya. Pratikum yang sangat banyak disemester ini membuatnnya harus pandai-pandai mengatur waktu. Anna sangat ingin menaikan IPnya (Indeks Prestasi). Ia gak mau seperti semester kemarin, IPnya hancur sama seperti hatinya kala itu. Anna pun sempat introspeksi diri, apa sih yang menyebabkan hasil kuliahnya itu sangat tidak memuaskan. Anna sadar semua itu karena salah dirinya. Ia terlalu terlena dengan cinta, cinta semunya. Awalnya perasaan itu bukanlah perasaan cinta namun hanya sekedar perasaan nyaman. Tapi entah kenapa lama-lama perasaan itu berubah, sikap welcome dan perhatian lebih dari laki-laki itu membuat hati Anna selalu berbunga-bunga. Setiap bertemu dengannya wajah Anna selalu sumringah , wajahnya berseri, semangat selalu terlihat dalam diri Anna. Tapi kini semuanya telah berubah. Setiap Anna bertemu dengan laki-laki itu, Anna selalu menghindar wajahnya merah karena marah bahkan mendengar namanya hati Anna terasa sakit. Laki-laki itu bernama Dhani. Dhani sebenarnya orang yang baik, supel, dan ceria. Tidak heran jika Dhani memiliki banyak teman. Anna pun mengakuinya. Mungkin sifat supel Dhani lah yang membuat Anna nyaman. Pernah suatu hari mereka bicara berdua, membicarakan perubahan yang telah terjadi. "Kamu ini kenapa to Na? aku salah ya?" Dhani yang pertama kali memulai percakapan. Anna bingung mau bicara apa. "Emh,, eh,, enn.." hanya itu kata-kata awal yang bisa Anna ucapkan. Anna butuh sedikit waktu untuk menormalkan hatinya kala itu. Dhani yang duduk dekat dengannya membuat anna salah tingkah. "Dhan, sebenarnya..." Anna memberanikan diri berbicara. Dhani terlihat memperhatikan. "Sebenarnya aku kecewa sama kamu. Gak tau kenapa akhirnya seperti ini. Dulu awalnya perasaan ini hanya perasaan nyaman, sreg, kalau aku ngobrol dengan kamu. Perasaan itu hanya perasaan sebagai sahabat. Tapi entah kenapa perasaan itu berubah jadi seperti sekarang. Mungkin karena teman-teman yang mendorongku untuk merubah rasa ini dan juga sikapmu yang seolah-olah membiarkan rasa ini masuk dalam hatimu." Anna menahan tangis dan rasa malu saat itu, ini kali pertamanya ia berani jujur tentang perasaannya pada laki-laki yang ia suka. Dhani yang semula hanya mendengarkan kini berbicara. "Emh, aku minta maaf Na kalau aku dan mungkin teman-temanku membuat kamu jadi seperti ini. Aku gak bermaksud. sebenarnya aku juga nyaman sama kamu. Kita nyambung klo ngomong. Tapi..." Dhani menghentikan bicaranya. Anna hanya tertunduk menyesali apa yang telah dilakukannya. "ah, ya..mungkin aku aja yang terlalu PD, hahahaha" Anna seolah-olah menunjukkan ketegarannya. "Jangan gitu, sebenarnya.." Dhani bicara sangat pelan sehingga Anna meminta mengulangnya kembali. "eh, gak...gak jadi" Dhani tak mau mengulang kata-kata itu. Waktu sudah siang, Dhani ada acara dengan temannya sementara Anna harus mengikuti pratikum jam itu. Mereka memutuskan mengakhiri percakapan itu dan akan menyambungnya lain kali. "Umh, kita tetep jadi teman kan Dhan?" Dhani mengangguk dan merekapun berpisah.



         Ada kelegaan dihati Anna saat itu. Setelah kejadiaan itu, Anna mulai berpikir tentang kisah hidupnya. Anna mulai flashback pada masa lalunya. Anna teringat cita-citanya waktu kecil. Ia ingin mendapatkan cinta pertama dan terakhirnya. Anna pernah berdoa agar ia mendapatkan pacar pertama yang sekaligus menjadi pacar terakhirnya. Mungkin doa Anna akan di jabah Allah. Saat SD ada laki-laki yang suka dengannya, laki-laki itu sudah memendam perasaannya bertahun-tahun. Namun karena si laki-laki tidak berani mengungkapkan perasaannya, sampai sekarangpun tak pernah ada ikatan antara keduanya, padahal saat itu Anna juga mempunyai perasaan yang sama. Ketika SMP Anna sempat tertarik pada salah satu laki-laki yang sangat pintar bermain musik. Perasaan itu bertahan sampai 4 tahun dan sampai sekarangpun Anna tak pernah berani mengungkapkannya. Dan saat SMA perasaan itu hanya bertahan 2 tahun, rasa kagum pada sosok yang taat beragama dan berpengetahuan luas membuatnya suka. Namun lagi-lagi rasa itu tak pernah berujung. "Innallaha ma'ana" tiba-tiba Anna mengucapkan kalimat itu. "Allah sayang Anna, Allah ingin mewujudkan mimpi Anna, jadi Anna harus bersabar. Anna janji Anna akan jatuh cinta untuk terakhir kalinya, tentu dengan orang yang berhak Anna cintai. Anna gak mau ketika hati ini diberikan untuk orang yang berhak, hati ini sudah menghitam dan kotor. Anna ingin memberikan yang terbaik untuk cinta sejati Anna." tetesan airmata mengalir dipipinya. Reva yang duduk disampingnya kaget melihat muka Anna yang tiba-tiba pucat. "Kamu kenapa Na? sakit?" Anna mengusap airmatanya "ah, gak kok, aku hanya lelah " jawab Anna.
BERSAMBUNG---

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.