Senin, 24 Desember 2012
Cukup Diam
22.17.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Cukup Diam.
Meskipun berita tersebar seantero negeri.
Cukup Diam.
Meskipun hati mulai terusik.
Cukup Diam. Cukup Diam.
Cukup Diam.
Walaupun salah tafsir itu pernah terjadi.
Cukup Diam.
Walaupun rangkaian kata tertahan dibibir.
Cukup Diam. Cukup Diam.
Cukup Diam.
Biarlah garisan Tangan Nya yang membantuku menemukan jawabnya.
Biarlah kekuatan doa itu nyata adanya.
Biarlah...Biarlah...
Satu tahun, dua tahun, atau bahkan sampai batas itu terlampaui.
Aku akan tetap diam.
Hingga aku tahu, apa arti dibalik sebuah cerita.
"Maaf jika senyumku tersembunyi, dibalik tajamnya sebuah kata."
Meskipun berita tersebar seantero negeri.
Cukup Diam.
Meskipun hati mulai terusik.
Cukup Diam. Cukup Diam.
Cukup Diam.
Walaupun salah tafsir itu pernah terjadi.
Cukup Diam.
Walaupun rangkaian kata tertahan dibibir.
Cukup Diam. Cukup Diam.
Cukup Diam.
Biarlah garisan Tangan Nya yang membantuku menemukan jawabnya.
Biarlah kekuatan doa itu nyata adanya.
Biarlah...Biarlah...
Satu tahun, dua tahun, atau bahkan sampai batas itu terlampaui.
Aku akan tetap diam.
Hingga aku tahu, apa arti dibalik sebuah cerita.
"Maaf jika senyumku tersembunyi, dibalik tajamnya sebuah kata."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar