Kamis, 07 November 2013
Festival Buku Jogja
20.12.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Buku bagiku bagai candu yang selalu bikin merindu.. Nah kalau sudah berhadapan dengan buku, ampun dah dompet tipis mah tidak menjadi masalah. Untukku, mending tidak beli baju baru dari pada melewatkan buku seru, dan mending gak makan dari pada gak beli buku idaman (hehehe, maklum orang rumahan mungkin akan beda cerita jika jadi anak kosan :P ).
Pengalaman bazar buku kali ini sebenarnya memberikan banyak pelajaran yang penuh makna. Mulai dari tidak menyangka membeli buku sebanyak itu, ngobrol santai sama penyampul buku, sampai belajar tentang sebuah "makna kehidupan"
Dua kali datang ke pameran buku di Wanitatama dekat kampus UIN Sunan Kalijaga Jogja cukup untuk membuatku memborong 10 buku. Untung aja bazar, jadi harganya diskon gede-gedean apalagi ini bazar penerbit buku jadi tidak hanya buku-buku islam saja yang seperti biasanya :D. Dan inilah .... dalam sejarah belanja buku terbanyakku dalam sepekan. Ya, aku memang suka membeli buku meskipun belum tentu semuanya dibaca dalam waktu yang berurutan. Sudah menjadi kebiasaan kalau sedang dihantui rasa penat ujung-ujungnya pergi ke toko buku dan paling tidak membeli satu buku. :P
Tentang mengobrol bersama penyampul buku, ini karena masnya familiar dengan wajahku. Iyalah familiar orang nyampul disitu berkali-kali :P. Dari yang awalnya sepi sampai harus ngantri.
"Kuliah dimana mbak ?"
"UGM mas."
"Fakultas apa?"
"Geografi"
"Loh kok beli buku ini?" Sambil nyampul buku yang baru saja aku beli.
Buku yang aku beli sih memang terasa aneh jika disangkut pautkan dengan tempatku kuliah, kuliah di Geografi belinya buku pendidikan anak-anak. hehehe
"hehehe...suka aja sih mas, lah masnya kuliah apa memang kerja ?"
"Kuliah mbak, di UIN..."
"Ow, nyambi ya..."
bla..bla..bla... pembicaraan kami pun mengalir begitu saja sampai akhirnya semua buku tersampul.
Dihari terakhir pameran, aku kembali lagi...
"Mas, mau nyampul."
"Oke mbak, tapi ngantri ini mbak, banyak banget. Mau ditinggal ngopi-ngopi dulu apa muter-muter dulu aja mbak."
"Ow ya udah deh mas, tinggal muter-muter dulu aja deh." jawabku seraya meninggalkan masnya yang sedang sibuk nyampul buku-buku yang bernasib sama (ditinggal yang punya buat disampul).
Ternyata meninggalkan masnya membuatku membeli satu buku lagi (wah salah iki ketoke -__-") Haduh, ampun-ampun ini buku memang bikin candu :3
Sekembalinya aku, ternyata buku-bukuku belum selesai disampul juga. Akhirnya dari pada muter-muter dan membeli buku lagi mending nunggu disitu aja deh.
"Kuliah dimana mbak?" Si masnya membuka pembicaraan.
"UGM mas."
"UGM? Kayaknya saya familiar deh sama mbaknya." sejenak masnya menghentikan aktivitasnya menyampul buku.
"Eh, iya mas kemarin nyampul buku disini juga." Jawabku sambil menarik kursi disebelah masnya.
"Ow, pantes kok kayak pernah liat."
bla..bla..bla.. seperti pertemuan pertama, perbincangan pun dimulai. Hingga akhirnya ketika masnya menyampul buku "Yuk Berhijab" nya ustadz Felix Siauw.
"Mbaknya dah punya yang yuk putusin aja?"
"Udah putusin aja to mas ? masnya baca?"
"hehehe, gak mbak gak mau...itu buku isinya apa sih mbak? aku gak mau putusin pacarku mbak" masnya curhat..
bla..bla..blaa...aku jelasin apa isinya. Dalam hati aku berkata, ternyata masnya yang 'terlihat' alim dan lugu ini masih berasas 'yuk pacaran aja' daripada 'yuk nikah aja'. Okelah... Cover tidak selalu menggambarkan isi. SIIP (y)
Ditengah-tengah perjalanan mencari buku-buku tadi tidak seperti biasanya aku mau mampir dibuku-buku 5000an. Bukannya gak mau beli buku seharga itu sih, tapi cuma males yang ngaduk-ngaduk buku itu lho... Nah dari sini aku berpikir, ternyata barang yang tersusun rapi, masih dibungkus rapi meskipun harganya lebih mahal tetap menjadi pilihan utama daripada buku-buku lama yang 'obralan'. Kalau itu manusia...bisa dipikirkan sendiri bukan apa maksudnya ?
Yah, intinya jadilah diri yang bisa berharga dan menjadi pilihan pertama orang-orang. :)
-Salam Jogja Itu Buku 2013-
Label:
Cerita ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar