Pages

Jumat, 06 September 2013

PostHeaderIcon Oleh-Oleh Dari Pulau Cabe

2 bulan di lombok mana nih oleh-olehnya ??? :P


Ngomongin oleh-oleh, boleh juga berbagi oleh-oleh dari Lombok untuk sahabat Eureka. Bukan makanan bukan pakaian bukan juga handicraft, tetapi sebuah pesan yang teramat berharga dari orang yang teramat dicinta :'D

Dari siapa lagi kalau bukan Ibu di Lombok :')

Pesan dan pembelajaran dari Ibu banyak , banyak bangetttt ....

Aku sih belajar ikhlas dari Ibu. Belajar sederhana, belajar menerima, belajar diterima, dan tentunya belajar menjadi wanita yang sebenarnya. Ibu selalu mengingatkanku akan kodrat wanita yang sebenarnya, sama seperti yang Rasul katakan. "Surga istri ada pada ridho suami, surga suami ada pada ridho orangtua, dan surga seorang anak ada pada keikhlasan kedua orang tuanya." 

Dan Ibu itu menerapkan itu semua... :)

Ibu juga pernah bilang ketika perpisahan itu terjadi (mulai dari melepas Adien ke pondok, mengantar kami pulang satu persatu, dan pasti ketika Dina pamit untuk kuliah di Malang), Ibu tidak mau melihat lagi kebelakang. Ketika sudah pamit ya sudah ibu tidak akan menoleh kebelakang. Melihat kebelakang hanya akan memberatkan hati. Sama halnya ketika Ibu diingatkan kembali tentang masa lalu bapak. Yang ibu katakan hanyalah  

"itu hanya masa lalu sebelum bapak bertemu ibu. yang terpenting ibu hidup dimasa sekarang dan esok jadi buat apa mengungkit masa lalu. cukuplah masa lalu itu menjadi kenangan untuk belajar." (baiklah, masa lalu seseorang biarlah menjadi masa lalu. Namun, masa sekarang dan masa depan adalah lembaran baru yang tidak boleh terganggu 'seseorang' dimasa lalu)

Yang aku salutkan dari ketegaran Ibu adalah ketika Ibu dicap sebagai wanita perebut pacar orang. Ibu hanya tersenyum dan bilang dengan tegarnya, "saya adalah wanita terbaik pilihan bapak. Mungkin bapak merasa saya adalah wanita terbaik untuknya." Hiks, aku sendiri merasa itu adalah kata-kata untuk menguatkan hati seorang wanita. Aku sendiri adalah wanita, jadi tahu bagaimana rasanya jika seorang wanita mendapat perkataan seperti itu. Ketegaran disetiap kata beliaulah membuatku semakin tegar menghadapi hidup ini. (*loh opo hubungane toh, :3, biarlah saya yang tahu... hahaha )

Ibu juga sering bilang, wanita itu harus bisa segalanya terlebih lagi urusan dapur. Wanita itu harus bisa masak dan bisa menyulap bahan makanan yang ada menjadi masakan yang luar biasa. Aku jadi tahu sih apa yang seharusnya dilakukan seorang wanita terlebih lagi wanita yang telah berkeluarga. Keluarga adalah nomor satu. **huwaaaa aku kangen Ibu, aku ingin seperti Ibu :'(

Ketika teman-teman yang lain duduk berpasang-pasangan, Ibu berpesan untuk selalu menjaga yang sudah ada. jangan pernah mempermainkan perasaan. Cukup satu. Wanita itu 'dipilih' bukan 'memilih'. Maksudnya tidak sepantasnya wanita itu menabur banyak benih dan memilih benih yang menurutnya baik. Tetapi wanita itu menunggu, ketika banyak pilihan datang barulah wanita itu memilih yang sesuai dengan hatinya.

Waktu itu ketika Ibu telpon, Ibu juga sempat bertanya... "udah ada nduk seseorang yang menyentuh hatimu ?" (jawabannya di skip aja ya ^^ ) "kalau sudah ada dijaga ya nduk, inget lho cukup satu saja. Kalau sudah benar-benar sreg dan mantep, pertahanin. Dan jangan lupa istikharahnya, sholat malam, dan sholat Dhuhanya." Dan aku pun cuma bisa menjawab. "Injih Buk, terimakasih." :)

Ada satu hal lagi yang melekat dari pesan Ibu. Ibu sepertinya tahu kalau aku sering memendam apa yang aku rasakan. Merelakan sakit hatinya dari pada harus mengucapkan perasaan tidak suka. Dan itu memang benar. Waktu itu aku menjelaskan alasanku, dan saat itu juga aku mendapat teguran dari Ibu. "Katakan, meski itu menyakitkan." Ibu sering mengucap ini padaku. Saking seringnya malah menjadi obat tersendiri buat ku. Perlahan sih, perlahan mulai berani berkata 'Ya' atau 'tidak' sesuai dengan kata hati. Berani berdebat jika benar-benar tahu sumbernya, dan lebih memilih diam jika perdebatan nanti tidak akan ada guna.


Inilah sedikit oleh-oleh dari Lombok ...
-Hidup sederhana
-Hidup sesuai ajaran Rasul
-Ikhlas
-Masa lalu adalah coretan kertas yang tidak perlu disesali tetapi harus diperbaiki.
-Ingan kodrat seorang wanita
-"katakan, meski itu menyakitkan."
-pertahankan yang sudah ada

Ow ya, satu lagi kata andalan Ibu :D : "Bahagia itu SEDERHANA. Hanya dengan berkumpul dengan keluarga, makan bersama meskipun hanya lauk ikan asin dan sambal, itu saja. Uang tidak mampu membeli kebahagiaan yang sebenarnya." Ibuuuu .... miss you so much :*

Lombok, suatu hari nanti pasti kesana lagi. Bertemu Ibu, Bapak, Dina, Tsani, dan Adien. Belajar lagi...dan belajar lagi ... :D

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.