Pages

Selasa, 03 September 2013

PostHeaderIcon Coretan Mahasiswa KKN #1 NTB-05 (Edisi Keluarga)


"Jika yang lain teman satu KKN yang paling berkesan, bagiku keluarga Lomboklah kenangan yang tidak akan pernah terlupa." :')

Depan Pondokan KKN
Inilah kisahku, 2 bulan merantau ditanah orang, daerah yang dulu sempat menjadi mimpi semu dan kini akhirnya menjadi nyata...

Masbagik Utara Baru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat telah melukiskan banyak cerita yang begitu menyentuh hati. Bersama 29 teman yang lain kami mendapatkan banyak hikmah dan kenangan yang mungkin tidak akan terhapus dari ingatan kami. Orang-orang Lomtim yang ramah dan baik, adat mereka yang unik, problema yang bikin tertegun, dan alamnya yang begitu menawan, ingin rasanya kembali. Jika ada lagu Yogyakarta yang pernah dinyanyikan Katon Bagaskara, harusnya ada Lagu Masbagik Utara yang menjadi soundtrack KKN kami, NTB-05 **boleh juga :P

Masbagik Utara Baru, desa pemekaran dari Desa Masbagik Utara. Awalnya kami ber-30 berpikir akan berada di desa yang jauh dari peradaban moderen, jauh dari warung dan toko, tidak ada sinyal, dan tidak bisa internetan. Dan ternyata kami salah, semuanya itu ada dan "lumayan" lengkap meski harganya menjadi 2 kali lipat harga di Jogja :P. Kami tinggal bersama keluarga yang kini menjadi keluarga baru kami. Keluarga yang memberikan kesan tersendiri dimasing-masing hati kami. Bapak, ibu, dan adik-adik menjadi keluarga baru kami disaat kami jauh dari keluarga kandung kami. Mereka menjadi obat kerinduan sebuah keluarga impian (*lebih tepatnya keluarga impianku). Dan kini alhamdulillah komunikasi kami masih terjalin.

Ibuuu....
Di keluarga ini aku paling dekat dengan ibu. Ibu sudah aku anggap seperti Ibu sendiri hingga akhirnya tercipta kontak batin diantara kami. Ibu Alex panggilannya, nama aslinya adalah Ibu Hafizah. Ibu orangnya sederhana, selalu ikhlas, dan tidak ada raut kesombongan di wajah beliau. Ibulah yang sering mengingatkanku akan hidup, memberikanku banyak nasihat tentang hidup berkeluarga, nasihat berteman, dan nasihat untuk menjadi permata diantara emas dan perak. 

Tempat favorit aku dan Ibu adalah dapur. Sambil memasak kami berptukar pikiran, kadang berdua kadang rame-rame jika teman yang lain ikut nimbrung. Always and always. Dapur seperti saksi bisu akan cerita kenangan dan mimpi-mimpi. Kadang kami bicara bisik-bisik jika pembicaraan kami dirasa cukup riskan jika terdengan teman-teman yang lain, terkadang juga kami harus membelokkan pembicaraan ketika ada teman yang tiba-tiba datang, dan terkadang Ibu segera meninggalkan aku sendiri di dapur karena takut teman-teman mengira Ibu menganak-emaskan aku.

Nasihat yang sering Ibu bilang ke aku adalah "Jaga kesucianmu nduk, buat sumamimu menangis dimalam pertama karena mendapatkan istri yang benar-benar suci. Ingat bapak kan nduk, bapak menangis waktu itu padahal seharusnya Ibu yang menangis karena wanitalah yang merasakan sakit tetapi ini tidak, Bapak nduk bapak yang menangis." Sampai sekarang ketika Ibu telpon itu nasihat yang tidak pernah Ibu lupakan.Bahkan ketika sungkeman lebaran dan pamitan perpisahan kata pertama yang Ibu ucapkan adalah "Jaga Kesucianmu nduk." :')

Ibu juga menjadi Ibu yang sangat mendukung akan mimpiku menjadi guru. Terlebih lagi ketika aku ceritakan alasanku menjadi guru. Dorongan Ibu menjadi berkali-kali lipat. "ingat tugas wanita lho nduk. Boleh wanita itu berkerja tetapi jangan lupakan kodrat wanita untuk melayani suami dan mendidik anak-anak. Jangan sekali-kali membawa pekerjaan kantor dirumah, itu yang akan merusak keharmonisan keluarga. Keluar rumah harus ijin sama suami meski itu hanya kesamping rumah hanya untuk menjenguk Ibu." Ini juga menjadi nasihat yang tidak pernah Ibu lupa sampaikan ke aku.

Ibu dan Bapak, rasanya ingin sekali besok aku seperti mereka. Bapak yang selalu makan dirumah (makan masakan Ibu) meski sering diajak makan direstaurant dengan teman-temannya Bapak memilih tidak makan atau jika ada jatah beliau yang bisa dibawa pulang, Bapak lebih memilih membungkusnya dan membawanya pulang untuk dinikmati bersama anak dan istri tercintanya. Bapak juga gak mau makan kalau gak ada ibu duduk disampingnya, bahkan bapak berhenti makan ketika Ibu pergi sebentar sekedar mengambil sesuatu didapur. :')


Aku merasakan betul kesederhanaan dan kebahagiaan keluarga ini. Sempat ketika 29 teman yang lain piknik ke Gili Terawangan dan aku lebih memilih dirumah karena alasan suatu hal, benar-benar keluarga ini membuatku terharu seakan aku ditunjukkan oleh Allah bahwa ada lho keluarga yang betul-betul menjalankan syariat Allah dan memang betul hidup mereka bahagia. 
Keluarga Pak Alex
Mungkin teman-teman yang membaca ini berpikiran bahwa Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang sejak kecil sudah memahami agama dengan baik. Ternyata itu salah. Bapak dulu sebelum menikah dengan Ibu adalah seorang preman yang ditakuti banyak orang, pernah mabuk dan dekat dengan banyak cewek. Tetapi berkat Ibu dan kesabaran serta agama yang kuat dari Ibu, Bapak berubah sangat derastis. Bapak meninggalkan itu semua dan kini ajaran Rasul mana yang tidak Bapak kerjakan.

Keluarga ini sangat menginspirasi, banyak cerita yang tidak cukup untuk dituliskan dalam semalam saja.. lanjut next time yaa ... KKN NTB-05*boleh juga \^^/

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.