Senin, 01 Juli 2013
Prolog Mimpi
10.09.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Ayahku tahu, ayahku merasa. Ibuku tersenyum sambil menjaga.
Malam sebelum aku melanjutkan perjalanan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku, terukir banyak cerita. Sedih, pilu, bahagia, dan tangis haru. Sebuah perasaan yang mengganjal terselesaikan sudah. Malam perpisahan. EH, bukan lebih tepatnya malam ijin pergi sebentar, hanya beberapa minggu saja tidak berjumpa. Berbicara perlahan, janji tersirat.
Bapak, Ibu ... terimakasih, telah mengijinkan malam itu berakhir bahagia :')
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
menuju lorong-lorong mimpi berikutnya, menelusuri gua-gua harapan, mengarungi sungai-sungai tantangan...menuju samudera lautan jutaan mimpi... :)
semangat bermimpi dan mewujudkannya :D
Posting Komentar