Pages

Minggu, 05 Mei 2013

PostHeaderIcon Titik Kelam Pasti Ada

Belajar dari kisah orang lain ...

Kali ini kisah Alm. Uje. Ada yang menarik dimataku. Kisah mereka yang sama-sama berawal dari titik nol. titik yang tidak tahu apa-apa, bahkan bisa dibilang titik terkotor dari kisah perjalanan hidup mereka. 

Kita semua pasti tahu bagaimana dulu kehidupan Alm.Uje dengan istrinya Pipik dimulai. Tidak perlu aku ceritakan, mungkin bisa dicari ditulisan lain. Dari titik itulah mereka bangkit bersama hingga akhirnya Alm.Uje besar samapai akhir hayatnya sebagai pendakwah, insyaallah surga bersamanya. aamiin.


Dari sinilah aku berpikir. Apa gunanya kita angkuh terhadap orang lain. Merasa dirinya paling hebat karena telah banyak tahu tentang ilmu agama. Menyindir bahkan 'berkomentar' tentang orang-orang yang masih dijalan yang 'gelap'. Kita tidak akan pernah tahu akhir hidup kita seperti apa bukan ? Yang bisa dilakukan hanya berusaha menjadikan diri menjadi lebih baik.

Aku jadi teringat sebuah riwayat yang mengatakan "jika tidak dapat berkata baik lebih baik DIAM." Bukankah ini sudah cukup jelas ? Daripada berkomentar tentang perlakuan dan tingkah laku orang yang masih jauh dari agama, lebih baik melakukan sesuatu agar mereka kembali ke jalan yang benar. 

Rasul pun tidak pernah mengajarkan kita untuk tinggi hati terhadap apa yang telah kita dapat, Rasul tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan sabar ketika semua ejekan, hinaan, cacian,  dan sindiran mampir ditelinganya.  

"Katanya ingin meniru Rasul, tetapi kenapa masih seperti itu ?"

Semakin kita menunjukkan kebencian kita, mereka semakin menghindar. Dan itu membuat mereka jauh dari Agama yang paling sempurna, ISLAM yang kafah. Daripada berdemo menuntut ketegakan ISLAM yang kafah, lebih baik langsung bertindak agar hukum-hukum ISLAM berlaku dengan sempurna. Waktu begitu berharga, lebih baik bertindak daripada hanya wacana. (Just my opinion).

Menjadi manusia yang sempurna tentu tidak bisa. Tetapi berusaha menyempurnakan diri seperti Rasulnya itu adalah sebuah usaha yang harus diapresiasi. Jika tahu, sebarkan dengan cara yang benar, bukan mencela yang hanya membuat mereka menghindar. 

Dunia akan damai jika kita bisa saling mengerti dan memahami. Masuk perlahan, ketuk hatinya. Bukan memaksa masuk dan merusak hatinya. :)

Melihat apa yang telah berubah, bukan mencela apa yang belum sempurna. Menghargai untuk kedamaian. :)


~salam damai~

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.