Rabu, 06 Februari 2013
Belasan Tahun Yang Lalu (Aku SD)
23.05.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Ingin bercerita tentang aku yang dulu... Hanya sekedar flashback, menjadikannya kenangan yang jangan sampai terhapus...
Aku SD....
Gadis kecil itu memiliki kisah yang berbeda dengan teman-temannya. Jika yang lain semangat untuk sekolah, gadis kecil itu justru takut untuk sekolah.
Belasan tahun yang lalu...
Tahun ajaran baru dimulai. Bapak dan ibu mendaftarkanku di sekolah favorit dekat kantor mereka, SD Lempuyangan. Namun sayang, secara tes aku mampu untuk masuk, namun mereka tidak mau menerimaku karena umurku yang masih 6 tahun. Tidak mengapa, Bapak dan Ibu masih semangat mencarikanku tempat belajar. Akhirnya keajaiban itu ada. Setelah pontang-panting cari sekolah yang ternyata sudah full, akhirnya ada sekolah yang mau menerimaku dengan alasan ada anak yang mengundurkan diri.
Hari-hari sekolah...
Seperti biasa hari pertama sekolah masih ramai dengan orang tua wali yang mengantar dan menunggui anaknya sekolah, begitu juga denganku. hari kedua, ketiga hanya beberapa yang masih ditunggu orang tuanya dan aku termasuk didalamnya. Hari-hari selanjutnya, disaat yang lain sudah berani sekolah sendiri, aku masih nangis minta ditemenin. Singkat cerita, orang tua ku merasa aneh dengan keadaan ini, dibawalah aku ke dokter. Dan ternyata memang ada penyakit yang menyerang otak belakangku. Virus yang menyerang kekebalan tubuh.
Sekolah tidak seperti teman-teman biasanya, ada sebuah ketakutan... (biar aku saja yang tahu). 6 bulan tidak masuk sekolah untung saja tidak membuatku tinggal kelas, bersyukur masih bisa naik kelas dan masih bisa dapet ranking 10 besar. Ini terjadi sampai aku kelas 3 SD. Ya, seperti itulah, disaat yang lain sudah mengenal teman-temannya aku hanya mengenal beberapa.
Titik bangkitnya aku....
Kelas 4. Itulah aku merasa menjadi diri yang baru. Tidak ada bolos sekolah lagi, rajin belajar dan alhamdulillah peringkat 5 besar selalu dapat. Kelas 5 lah aku dinyatakan bersih dari virus itu, walaupun kini aku tahu, virus itu bukannya pergi tetapi hanya tidur sampai sekarang. :). Gara-gara itulah aku terkenal sampai angkatan atas bahkan guru-guru dan penjual makanan yang sering nongkrong di sekolahan... :P
Kenangan yang masih melekat....
Saat itu aku kecil masih duduk di kelas 1 SD. Dengan tak tik orang tua akhirnya aku sekolah sendiri tanpa ditemani kedua orang tuaku. Bekal makan siang selalu Ibu siapkan di tas ku lengkap dengan minum. Tetapi suatu hari, hasrat seorang anak kecil pun muncul juga. Walaupun sudah ada sekotak nasi dan sebotol minuman tetap aja gak bisa lepas dari jajan, right??
Nah saat itu tuh sudah saatnya pulang sekolah. Anak kelas 1 dan 2 sudah pada pulang semuanya, tinggallah aku sendiri menunggu jemputan Bapak. (ngeneeessss :'O ). Eee... lewatlah itu bapak-bapak penjual arum manis mie di depan sekolah. Namanya juga anak kecil, pengen banget tuh beli arum manis, tapi sayang gak ada duit sepeserpun yang dibawa (emang pada saat itu belum dikasih uang jajan). Dalam hati pun cuma bilang "Pak tunggu sebentar dong, jangan pergi dulu. Nanti kalau bapak sudah datang, aku mau beli." kata-kata itu selalu ku ulang-ulang dalam hati. Dan sedihnya dengan tampang memelas cuma bisa lihatin bapak penjual itu sama dagangannya hingga berlalu dari hadapan. Hiks... arum manis ku pergi...
Lain hari, yang ini bener-bener gak akan terlupa. Cerita bapakku lupa jemput aku :'(
Jam sekolah sudah selesai, seperti biasa aku clingak clinguk cari bapak. Loh kok gak ada ya ??
"Mungkin masih dijalan", pikir ku....
Satu...dua..jam menunggu, bapak tak kunjung datang. Mulai gelisahlah aku. Bolak balik keluar masuk kelas yang sepi, lihat jam... aaaaaa lama sekali toh gak dijemput. Akhirnya jurus andalan anak kecil pun keluar, nangis, hahaha...
Di kelas, sendiri, berlinangan air mata...ditambah pintu tertutup gelap gulita (dramatis) :P
Gak lama kemudian, ada kakak angkatan yang tahu kalau ada gadis kecil nangis di kelas, di tanya-tanyailah aku dan akhirnya Ibu guruku turun tangan. Dibawalah aku ke kantor guru, ditanya kenapa nangis, de el el... Haaaahh, akhirnya aku kecil berhenti nangis ketika guruku bilang "Nanti Ibu anter kerumah, jangan nangis ya, dimakan dulu makanannya." Senyum lebar langsung terpancar diwajah aku kecil, :D.
Diantarlah aku pulang, sampai rumah mbak yang bekerja dirumahku langsung menyambutku dengan wajah kuatir sekaligus penasaran. But, Thank you Bu... Bu Poniati yang sekarang entah bagaimana kabar beliau.
Ketika bapak sampai dirumah, dengan santainya bilang, "Wah iya, bapak lupa dik kalau harus jemput."
-_________- dengan wajah innocent Bapak berucap padaku.
Ketika cerita ini aku ceritakan kembali ke kedua orang tuaku, mereka hanya tertawa cekikian, dan aku pun cuma manyun menanggapinya. :3
Cerita Monyet...
Anak SD, gak tahu kenapa ini cerita yang mungkin gak bakal terlupa. Cimon, cerita monyetnya anak-anak (gak mau bilang -cinta- masih kecil, hehehe).
Latihan drumband disore itu...
Latihan drumband disore itu...
Teman-teman tersenyum dan tertawa ketika melihat aku datang, aku kira ada yang salah sama penampilanku -aneh- mungkin. Tetapi dugaanku salah sodara-sodara... :O. Mereka tertawa karena ada seseorang yang 'terpaksa' mengaku becoz he was loved me... haduuuuuh ......... ngobrol aja jarang banget, kenal juga hanya sebatas nama, tiba-tiba datang berita itu. Kaget, jelas... Tapi, mau gimana,,, -_________-
Kelas 5 akhir semakin jadi itu gosip, apalagi setelah masuk kelas 6, guru-guru tahu booooo.... hadeeeuhhhh.
Setiap hari ketemu, dikelas, pramuka, bahkan ekskul-ekskulnya sama denganku. Tidak hanya dilingkungan sekolah, ditempat les bimbel pun direlain ganti hari biar sama denganku. whatever lah. Bahkan anehnya, ada seorang gadis sebayaku, cantik, modis, sepertinya kaya, yang suka sama dia. kok aku tahu ? iya, gara-gara dia tanya-tanya tentang aku (wah aku di kepoin :P ) dan aku tahu dari temenku kalau dia suka sama seseorang itu. Wow... katanya pernah nembak seseorang itu sih, tapi ditolak. :3
Saat itu aku berpikir, gila tuh anak cewek cantik, modis kok ditolak, gw mah jauh banget sama dia. Pakaian cuma celana jins panjang yang longgar, kaos lengan pendek yang selalu tertutup sama jaket style cowok, plus sandal carvile yang jaman itu jadi merk ternama (barang bermerk ku cuma itu doang, hehehe). Padahal aku kecil itu hitam low, rambut cuma dikucir kuda tanpa poni, dandan aja cuma bedak tipis kadang juga gak pake. (-_-)a
Dasarnya anak kecil, jaim-jaiman. Semenjak tahu itu kami gak pernah sekalipun ngobrol. gila mameeen.... dari kelas 5 sampai 6 SD gak pernah ngobrol tapi katanya saling suka. ampuuuunnn dah.... Tetapi bersyukurnya, kami tidak pernah menjalin hubungan bahkan semenjak lulus sampai sekarang ketemu lagi aja gak pernah, reuni dia gak pernah datang...
Kini masa-masa SD telah dilalui, kami berkembang sendiri-sendiri. Yang jelek jadi cantik (ganteng), yang cantik (ganteng) jadi biasa-biasa aja, yang culun jadi keren, yang dulu bodoh melesat menjadi seseorang yang tidak diremehkan. Ya, itulah hidup sodara-sodara, yang baik bisa jadi buruk dan begitu juga sebaliknya, semua tergantung bagaimana cara kita untuk bertindak.
Kini masa-masa SD telah dilalui, kami berkembang sendiri-sendiri. Yang jelek jadi cantik (ganteng), yang cantik (ganteng) jadi biasa-biasa aja, yang culun jadi keren, yang dulu bodoh melesat menjadi seseorang yang tidak diremehkan. Ya, itulah hidup sodara-sodara, yang baik bisa jadi buruk dan begitu juga sebaliknya, semua tergantung bagaimana cara kita untuk bertindak.
Ya, sudah... itu cuma sekelumit cerita masa-masa SD... just for fun and remembering... :D
-cerita selanjutnya SMP ceria, hahaha- ^o^v
Label:
Cerita ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar