Selasa, 25 Desember 2012
Cukup Dua Kata : Doa dan Syukur
16.42.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Menikmati hidup dengan rasa syukur agar nikmatku terus bertambah.
Empat minggu yang melelahkan. Pulang malam dan masih dilanjut ngerjain laporan dan tugas. Lembur...lembur... memang sudah menjadi aktivitas rutin setiap calon Sarjana Geografi. Capek ? sudah pasti. Stress ? hohoho, tidak perlu bertanya itu sudah nyata terlihat.
Blok SIG 2
Berawal dari blok SIG 2. Blok selama 3 hari dan harus merelakan "bolos" kuliah-kuliah tertentu karena waktu yang bertabrakan dengan praktikum. Bolak-balik Lab naik turun tangga, lari-lari karena takut terlambat. Wah sesuatu sekali.... Cetar membahana banget deh kalau kata Syahrini. Walaupun demikian rasa syukur tak hentinya terucap dari hati. Inilah nikmat Allah yang terbungkus dengan sesuatu yang berbeda.
1 Minggu Sesudahnya
Ini dia blok usai bukan berarti "penyiksaan" telah usai. Inilah puncak-puncaknya stress itu melanda. Sampai-sampai baru kali ini merasakan yang namanya salah jadwal dan lupa jadwal. Haduh, kacau sekali.... Pergi gak jelas -alone- mengikuti langkah hati hanya sekedar untuk menenangkan diri.
Blok ATLAS
Belum juga istirahat atau sekedar melengkapi catatan yang tertinggal. Antrian panjang kesibukan berjejer rapi dibelakang. "Huh, gak boleh ngeluh" kataku. Blok ini, blok terkahir di semester 5. Blok yang sebenarnya gak sulit tetapi menyita waktu, fisik, dan perasaan. "wow" pokoknya. Dari blok ini belajar yang namanya mengontrol emosi, menata hati, dan yang pasti adalah profesionalisme. Sudah berusaha dikerjakan secepat mungkin, seawal mungkin tapi tetap saja kok gak kelar-kelar.. "Apanya yang salah coba???" -____-
Akhirnya....
Responsi ATLAS baru saja berlalu... ternyata efeknya baru saja terasa. Badan loyo, wajah kusut, mata sudah memerah, eeeh di tambah hadirnya sebuah rasa penggaggu jiwa. "Bagus" pikirku. Pulang dengan rasa campur aduk walaupun sudah ada kelegaan karena sesuatu yang mengganggu itu telah dibagi. Wuuh rasanya sesuatu sekali low sodara-sodara, dengan hati yang masih berkecamuk, pulang ditemani derasnya hujan yang turun disertai angin kencang yang berhasil membuat tubuh menggigil kedinginan. Ketawa-ketiwi dijalan. Aah tingkat stress akut ini namanya.
Ini belum selesai....
Praktikum memang telah berlalu, namun responsi masih saja ada yang tersisa. Responsi unik tapi lebih baik aku tidak memilihnya (jika pilihan itu ada). Responsi lewat email, dikerjakan 1 x 24 jam. Boleh lihat buku dan diskusi dengan teman. Dan akhirnya kami memutuskan untuk mengerjakan bersama-sama. Tubuh masih capek karena harus wira-wiri ke barat dan ke timur. Belum belajar sama sekali, dan akhirnya butuh waktu lama agar connect dengan soal responsi. Semua hasil praktikum sudah selesai, hanya kurang pembahasan. "Nanti sajalah dirumah, dah gak kuat." pikirku.
tut...tut...tut... HP berbunyi....
"Lan, aku boleh maen kerumahmu gak ?" sms dari sahabatku.
dengan semangat langsung saja aku balas "boleh nis, main aja :D ."
Alhamdulillah, bisa sedikit melupakan rasa-rasa yang seharusnya tidak dirasakan. Meskipun badan capek, tugas masih menumpuk, its okey. Gak ada salahnya mengistirahatkan diri dulu sejenak.
Ngobrol seru, flashback jaman SMP dan SMA. Cerita masa depan. Sampai curhat-curhatan. Sungguh benar-benar mampu menghilangkan rasa penat. Sahabatku ini, walaupun dia adalah seorang nasrani namun rasa toleransinya sangat besar. -mungkin akan aku ceritakan dipostingan selanjutnya-.
Jam 10 sahabatku itu pulang... dan tiba2 aku teringat kembali kalau responsiku belum aku sentuh kembali. Mata sudah berat, kepala sudah pusing, ku putuskan untuk tidur 1,5 jam dulu.
"kriiiiiing...kriiiiiing..." alaramku berbunyi. Dengan rasa malas dan ngantuk ku hidupkan laptopku, membaca kembali soal, melihat hasil, dan mulailah ku ketik penjelasan itu satu per satu.
tik..tok...tik...tok... yang terdengar hanyalah suara detik jam dan sayup-sayup suara televisi untuk menemaniku. Ketika sedang konsentrasi menyambung kata demi kata agar menjadi sebuah kalimat dan paragraf terdengarlah suara menyeramkan yang seketika memecah konsentrasiku. Sial, ternyata itu suara acara horor di TV. Huh... buru-buru aku cari remote dan aku ganti chanel TV nya. Meliahat jam, ternyata sudah jam 2 pagi. "Lama juga aku ngerjain nih responsi." Kebut deh kebut alhasil jam setengah 3 semuanya kelar. Akhirnya....
Sent.... alhamdulillah Ya Allah akhirnya terkirim juga tuh email. Butuh kesabaran kalau harus berhubungan dengan email. Maklum modem sudah masanya expired, yang ada cuma cenat...cenut...
Paginya
Iseng-iseng buka FB ternyata ada message masuk. Revisi jawaban responsi. Sedikit kaget sih ketika melihat jawabannya sedikit berbeda. "aah, sudahlah bodo amat, udah dikirim juga, masa' ya kirim lagi dengan title 'revisi hasil responsi' -lucu-" Aku hiraukan message itu dan kembali asyik dengan kegiatanku. Tiba-tiba ada teman yang chat dan sms menanyakan dan memberitahu tentang hasil revisi yang dikirim lewat message FB itu. Awalnya aku jawab dengan biasa, lama-lama kata-kata ku cukup singkat dan jelas. Cukup satu kata. -Maaf ya teman, kalau malah bikin sebel- Ya beginilah aku, yang sudah berlalu biarkan saja berlalu. Semua sudah diatur bahkan hal sepele dan sekecil ini sekalipun.
Setelah Pagi itu semuanya kembali normal...
Ya, setelah pagi itu aku berusaha menikmati hari-hariku yang telah kacau. Menata kembali, membuat strategi karena sebentar lagi perjuangan yang sebenarnya akan terjadi. UAS... 50% hasil mempengaruhi huruf-huruf yang akan ada di Portal Akademik. Semoga nanti hasilnya sama seperti Semester 2. Senyum itu aku rindu... :')
Semangat... Semester 5 akan segera berakhir, Mimpi-mimpi baru akan tertulis, Dan kenangan-kenangan yang ada akan terbungkus rapi. Doa dan Syukur tidak akan pernah terlupa, karena sebenarnya dua kata itulah yang menjadi kekuatan sejati yang abadi.... ^^
Label:
Cerita ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar