Pages

Kamis, 15 November 2012

PostHeaderIcon Lika-Liku Sebuah Cerita

Setelah menulis "Akhirnya, Penantian Itu Akan Usai", kini ada sesuatu yang baru saja aku dapatkan. Sebuah pelajaran yang sangat berharga. Belajar dari kisah banyak orang dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa...

Cerita ini adalah kisah dari orang-orang disekitarku. Orang-orang hebat yang selalu menginspirasi. Merangkainya hingga aku tahu aku harus apa. Terima kasih teman-teman, kalian sumber inspirasiku, kalian mengajariku arti kehidupan, kalian adalah orang-orang hebat yang masuk dalam daftar orang yang berpengaruh dalam hidupku. Danke schon :)

Awalnya, aku berpikir tentang arti keteguhan. Keteguhan dalam mempertahankan sesuatu. Menjaga, berkorban, menahan, bersabar, dan berjuang. Kata-kata yang seharusnya ada ketika pilihan itu sudah nyata. Melihat mereka dan kisah hidupnya, aku hanya mampu berkata :

"andaikan..."


Cerita pilu yang sebenarnya hanya menunggu waktu untuk menuainya menjadi sebuah cerita haru. Jika semuanya sudah terjadi, yang bisa dikatakan hanyalah "itu sudah takdir." Hoh, rasanya mudah sekali berkata itu takdir. Tetapi kenyataannya memang seperti itu, kita berjalan diatas garisan tangan Tuhan. Allah SWT.

Mereka yang pernah kehilangan seseorang, mungkin karena mereka tidak tahu. Tidak tahu harus bagaimana cara mengungkapkan sebuah rasa, tidak tahu bahwa penantian itu ada, dan tidak tahu harapan dari masing-masing rasa. Dan akhirnya, dia pergi karena telah letih menanti.

Sayang, sayang sekali ketika sebuah rasa itu pergi karena adanya salah persepsi. Padahal jika benang kusut itu diurai, mungkin benang itu akan mengikat mereka dalam satu ikatan yang suci. Aku sangat menyayangkan mereka, mereka yang sebenarnya satu hati.

Tetapi, ada satu lagi yang menyentil hatiku. Kisah hidup bukti dari sebuah janji Allah yang kini telah terbukti.

 "Jodoh itu gak kemana kok, walaupun yang satu melanglang buana ke kutub utara dan yang satu ke kutub selatan, suatu hari nanti akan dipertemukan di khatulistiwa." 

Semuanya hanya perlu waktu. 
Bukankah yang namanya pencarian itu perlu perjuangan ? 
Penantian ? 
Kesabaran ? 
dan Pengorbanan ? 

Ingatkah kisah nabi Adam dan Siti Hawa saat mereka diturunkan ke dunia ? 
Apakah mereka begitu saja dipertemukan ? 

Tidak kan... 

Mereka saling mencari satu sama lain. Mereka berjuang. Mereka saling menanti. Mereka bersabar. Dan mereka tidak putus asa walaupun jalan yang harus mereka tempuh itu sangat terjal dan menakutkan. Dari pengorbanan itu lah akhirnya Jabal Rahmah bukit yang tandus menjadi saksi penyatuan cinta mereka di dunia.

Kisah ini nyata...
Kisah yang aku dengar dari seorang teman. Kisah seseorang yang kembali dengan "jodoh" yang sesungguhnya. Seorang perempuan yang cantik, pintar, sholehah, dan menjadi idaman banyak orang. Menikah dengan seseorang yang sangat kuat agamanya. Namun sayang kisah mereka tidak bertahan lama.

Takdir kembali berbicara.  
Allah memisahkan mereka lewat suratan takdir kematian. 

Tahun semakin berganti. Lama sekali. Hingga akhirnya ada sosok pengganti yang telah pergi. Jangan dipikir seseorang itu tidak setia, seseorang itu hanya 'kembali' menemukan kasih sayang Tuhannya. Allah mempertemukan dengan "jodoh" yang sesungguhnya. Seseorang yang ternyata masih menunggunya. Menunggu keyakinan cintanya. Seseorang yang 'mungkin' dulu pernah mengisi kehidupannya. Mungkin.-ini hanya sebuah analisa-

Indahnya... 
Janji Allah begitu nyata teman-teman. "Jodoh tidak mungkin tertukar, jodoh pasti kembali walaupun harus bersama yang lain terlebih dahulu."

Kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita sebelum kita benar-benar telah hidup bersamanya. Hidup bersama hingga akhir usia. Namun ada satu hal yang aku yakini. Jodoh itu bisa kita rasa lewat hati. Biarlah hati yang memilih dengan istikharah. Satu hal yang harus kita yakini,  
"Allah membimbing kita lewat hati."


0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.