Kamis, 25 Oktober 2012
Bolehkah Saya Berharap ?
18.07.00 | Writer
Azahra Bustan |
Edit Entri
Rasanya berat jika kita sudah menjaga sementara seseorang yang kita harapkan tak kunjung menjaga. Mungkin itulah alasan kenapa hati masih meragu. Banyak masukan antara yang pro dan yang kontra, ada yang merestui dan ada yang melarang.
"Rugilah kamu, jika dia pilihanmu." itulah kata sang kontra.
Sebuah logika yang selalu saja menjelajahi setiap sudut pikiranku. Yang susah payah menjaga, berharap akan mendapatkan yang sama-sama menjaga hingga semuanya terhindar dari kecemburuan. Sementara disisi lain, ada penyemangat agar tetap bertahan.
"Anggap ini sebuah jalan dakwah yang sangat terjal."
Benarkah ini disebut dakwah ? Ketika hati sudah dicampuri sebuah rasa yang berbeda.
Mengajak orang menjadi lebih baik tentu tidak mudah. Cara instan bukanlah pilihan yang tepat. Namun, bolehkah aku berharap ? Perubahan itu cepat adanya. Menjaga diri dan menjaga hati, hingga suatu saat semua terjawab pasti.
Langkah yang gontai, inginku mengulurkan tangan dan memberikan tenaga. Tapi ternyata itu tidak semudah yang diharapkan. Tembok pertahanan yang sulit dirubuhkan, hingga akhirnya sulit membangun visi yang sama. Takdir berkata demikian. Jalan yang harus dilalui seperti ini adanya. Aku yang tetap menjadi aku, dan dia yang aku sendiri tak tahu.
Ulat, kepompong, dan kupu-kupu. Dimana fasemu kini ? Sepertinya mataku sulit untuk mengamati. Meraba-raba hingga aku putus asa. Memilih bertahan atau sebaiknya aku mundur saja. Namun tahukah, bahwa sebenarnya Dia masih menjaga sebuah nama harapan dihati.
Entah apa ini jawaban dari setiap lantunan doa atau hanya ujian keimanan seberapa pantaskah aku mendapatkan kado terindah.
Rangkaian tulisan yang terpajang didinding, menyiratkan seberapa besar harapanku untuk itu. Orang-orang terdahulu dengan semangat penjagaan yang membara. Menjaga hati dengan rasa malu.
Rasanya....
aaah, aku sudah mulai melangkah pada jalur yang salah. Katanya ingin menjaga tapi penjagaan itu berkurang perlahan. Bukan masalah prinsip, karena insyaallah prinsip itu akan selalu terjaga. Namun masalah hati yang tak kunjung terbungkus rapi.
Hari-hari penuh penantian, bergandengan tangan dengan orang-orang yang memiliki rasa yang sama. Rindu akan akhir yang bahagia. Walaupun ini bukan negeri dongeng, tapi mimpi itu akan selalu ada. Seorang pangeran yang akan membangunkan putri dari tidur panjangnya. Membawanya dalam dunia nyata dan membuatnya hidup bahagia selamanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar