Pages

Rabu, 08 Agustus 2012

PostHeaderIcon Menjaga Untuk Masa Depan

Assalamu'alaikum wr.wb sahabat Eureka

Mau share lagi nih dari tausiyah ustadz YM, sayang banget kalau gak di share, apalagi untuk anak yang sayang banget sama ibunya. Yang sayang sama ibu wajib baca deh ... :)

Tema malam ini adalah itikhaf, tapi yang mau digaris bawahi disini adalah tentang pacaran. Loh kok bisa ?? hehehe, ya sebenarnya waktu tausiyah tadi juga dibahas mengenai doa minta anak, dilanjut jodoh, bahkan fiqih menjalin hubungan islami buat suami istri juga dibahas. 

Kata ustadz YM, banyak diantara kita yang telat doanya. Misal nih, baru doa minta jodoh ketika usia sudah tua (ketika sudah dibatas waktu usia menikah), doa minta anak ketika sudah menikah. Padahal gak ada salahnya low doa dari sekarang, anak SD pun juga boleh low berdoa minta jodoh dan anak... :)

Oke langsung kita bahas satu persatu ya ...


Pertama tentang anak nih.

Memang benar, walaupun sekarang kita masih tergolong muda bahkan masih single, gak ada salahnya kan doa meminta sama Yang Maha Pemberi, minta anak-anak yang sholeh dan sholehah. Anak-anak yang nantinya mampu menolong ayah bundanya dari siksa kubur, anak-anak yang nantinya mampu membawa ayah bundanya masuk ke dalam surga yang banyak diimpikan oleh semua umat ? Ya, gak ada salahnya meminta dari sekarang. Bukankah semakin sering kita berdoa, memohon kepada Sang Pencipta justru akan semakin cepat dikabulkan oleh Allah ? Yakinlah, sumpah ... :)

Waktu itu tamu YM juga memberikan doa agar dikaruniai anak. Doa ini adalah doa Nabi Ibrahim a.s ketika meminta anak setelah sekian lama gak kunjung dikaruniai anak. Begini Doanya :

Robbi habli minassholihin (maaf lupa nyatet artinya apa :P )

Ulang-ulang terus doa ini 7 kali dalam sholat, 5 sholat fardhu dan 2 sholat sunah (dhuha dan tahajud), begitu kata YM. 

Ketika mendengarkan ini ternyata baru sadar, doa itu gak mengenal waktu, apapun doanya ya doa aja, gak ada yang namanya doa ini mintanya nanti ketika ini. Ya, ternyata aku dulu salah telah membagi-bagi doa. :')


Kedua nih, tentang pacaran.

Si ustadz bilang nih, kalau pacaran pake sarung tinju aja biar gak bisa gandengan. Trus kalau boncengan bawa tuh triplek besar buat batesin, biar gak jadi zina. Hahahaha... sekitika langsung deh tertawa, lucu juga ya kalau ada orang pacaran bawaannya sarung tinju sama triplek gede *sambil bayangin ngakak sendiri :D

Kata ustadz, gak ada tuh yang namanya pacaran islami, lah wong islam gak mengenal pacaran kok. Yang ada itu ta'aruf dan langsung nikah. Bagi yang belum siap nikah jangan ta'aruf ya, Ta'aruf itu dalam hitungan bulan low, bukan tahun. 

Nah, yang bikin nyentuh hati bahkan temen-temen harus tau nih, tentang efek pacaran.

Aku baru tau kalau kita gandengan sama pacar atau bahkan mungkin cuma sentuhan sama yang bukan muhrim efeknya ke Ibu.  

Maksudnya ? 

Begini, kita tahu kan bahwa orangtua tentu akan diminta pertanggung jawabannya dalam mendidik anak. Nah kalau anaknya gandengan tangan sama yang bukan muhrim (baca: pacar-red), nanti ketika Ibunya sudah meninggal dunia, malaikat Zabaniah (malaikat dari neraka dimana tugasnya memberikan azab yang paling ringan) turun dari neraka dan menjumpai Ibu kita dialam kubur sambil membawa batu dari neraka. Kemudian batu itu diberikan kepada Ibu kita, dan Ibu kita disuruh untuk menggenggamnya. Dan kalau teman-teman tau, menggenggam batu pemberian malaikat Zabaniah itu bagaikan ditembak dari ubun-ubun kepala.

Astagfirullah, gak kebayang itu rasanya. Gak tega Ibu kita yang telah susah payah melahirkan kita, berjuang hidup dan mati untuk kita, memberikan kasih sayang dan perhatian buat kita disiksa seperti itu di alam kubur gara-gara anaknya gandengan tangan sama yang belum muhrim. Nauzubillah himinzalik, semoga kita bukan termasuk anak-anak yang seperti itu.

Yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika anaknya berzina. Yang salah anaknya, Ibunya ikut menanggung dosa. Ibu akan dibawakan tombak 16 mata oleh malaikat Zabaniah dan akan dihujamkan ke tubuhnya. Ya, Allah anak mana yang tega membiarkan Ibunya mendapatkan perlakuan seperti itu dialam kuburnya. 

"Bagi yang sayang Ibu, ayo jaga Ibu kita jangan sampai Beliau mendapatkan perlakuan seperti itu di alam kubur nanti. Dan buat calon Ibu, persiapkan diri untuk mendidik anak-anaknya agar tetap berada dijalan lurus Nya."


Sedikit opini nih tentang pacaran.

Satu hal yang selalu menjadi pertanyaan dibenakku. Apa sih sebenarnya alasan mereka mau berpacaran ? Bukannya pacaran itu belum menjamin menikah ya ? Kalau berzina "iya". Nah yang menjadi pikiranku selama ini begini : kalau kita menikah, tentu kita harus memberikan yang special kan buat suami (istri) kita ? Nah kalau kita pernah pacaran, apa bukan berarti kita memberi 'sisa' untuk pasangan hidup kita. Maksudnya begini. Pacaran tanpa sentuhan tangan kok rasanya impossible, trus pasangan kita, kita kasih 'bekas' orang lain gitu ? Kok kasihan sekali, katanya orang spesial tapi kok dikasih 'sisa' ? Lebih baik kita menjaga untuk yang halal, terhindar dari zina malah dapat berkah. hayooo siapa yang mau ?? (angkat tangan lima jari deh) hehe...


Lanjut nih ya, yang terakhir tentang fiqih menjalin hubungan suami istri.

sebenarnya sedikit malu sih buat nulis yang satu ini, berasa tabu belum nikah udah ngomongin ini. Tapi sekali lagi ustadz YM menyadarkan kembali. Yang namanya fiqih justru harus dipelajari sebelum tiba waktunya, biar nanti ketika sudah tiba saatnya gak perlu lagi belajar langsung aja praktik ... :D

Oke..oke kita mulai... Bismillah...

Sebelum melakukan hubungan suami istri satu hal yang gak boleh dilupakan adalah doa. Tujuannya agar setan tidak mengganggu dan yang dilakukan menjadi lebih berkah. Kata YM nih, pasangan yang ketika melakukan tidak membaca doa, nanti si anak bisa jadi anak setan, udah di adopsi tuh sama setan. Hiiiiii...sapa yang mau coba ? Bukannya nanti si anak nolong kita malah jadi yang menjerumuskan kita ke dalam siksa neraka. Jangan sampai deh. Nah, ini ada adab sebelum melakukan hubungan suami istri.

Sebelum melakukan itu, sholat hajat dulu dilanjut doa. (inget film KCB, ketika adegan Furqon dan Anna menikah? ya kurang lebih seperti itu lah).

Suami membacakan doa sambil memegang ubun-ubun istri kemudian mengecupnya, berdoa agar istrinya menjadi istri yang sholehah dan kehidupan rumah tangga terhindar dari perselisihan.

Kemudian kata tamu YM juga sebelum mulai, lakukan doa juga agar nanti dikaruniai anak yang sholeh dan sholehah, doanya kayak yang diatas tadi sambil mengelus-elus tempat si jabang bayi itu diberikan (alias rahim istri). sudah deh, insyaallah berkah katanya ...

Untuk para suami dan calon suami, penting tuh tau doa doanya, kalau perlu mah dihapalin dari sekarang, hehehe ....

...............................................................................................................

Oke deh...sepertinya itu aja yang bisa di share. Semoga bermanfaat.. berbagi ilmu, berbagi pendapat, kalau ada yang salah mohon kritikannya. Belajar bersama tentu lebih indah ...

Berhubung sudah ngantuk, pamit nggih..kapan-kapan disambung lagi :P

Wassalamualaikum wr.wb ^___^

3 komentar:

Unknown mengatakan...

syukron atas rangkumannya,,
oia,boleh tanya sumber ttg
"Nah kalau anaknya gandengan tangan sama yang bukan muhrim (baca: pacar-red), nanti ketika Ibunya sudah meninggal dunia, malaikat Zabaniah (malaikat dari neraka dimana tugasnya memberikan azab yang paling ringan) turun dari neraka dan menjumpai Ibu kita dialam kubur sambil membawa batu dari neraka. Kemudian batu itu diberikan kepada Ibu kita, dan Ibu kita disuruh untuk menggenggamnya. Dan kalau teman-teman tau, menggenggam batu pemberian malaikat Zabaniah itu bagaikan ditembak dari ubun-ubun kepala."

Azahra Bustan mengatakan...

danke juga sudah mampir...

sumbernya dari acaranya Ustadz Yusuf Mansyur (chating dengan YM di ANTV puasa tahun lalu). kalau mau bisa di cari di Youtube.. :)

miminsari mengatakan...

Assala.wr.wb. mbk, ini hadis kah?
malaikat Zabaniah (malaikat dari neraka dimana tugasnya memberikan azab yang paling ringan) turun dari neraka dan menjumpai Ibu kita dialam kubur sambil membawa batu dari neraka. Kemudian batu itu diberikan kepada Ibu kita, dan Ibu kita disuruh untuk menggenggamnya. Dan kalau teman-teman tau, menggenggam batu pemberian malaikat Zabaniah itu bagaikan ditembak dari ubun-ubun kepala.

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.