Pages

Minggu, 14 Agustus 2011

PostHeaderIcon Cerita Masa lalu #Part3

         "Hooaam...." Anna terbangun dari tidurnya. "Jam berapa ini ? Astagfirullah ...ah, telat." Anna terkejut ketika jam sudah menunjukkan pukul 14.15. Hari itu Anna berjanji akan datang ke acara jalan-jalan bersama teman sekolahnya dulu. Bergegaslah ia mandi dan berganti baju, menyiapkan segala perlengkapan yang akan ia bawa. Sahabatnya, Vera berjanji akan menjemputnya jam 14.30. "Ah, masih ada 15 menit untuk siap-siap." pikirnya.
          Tik tok tik tok, jam 14.30 sudah berlalu bahkan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Brem..brem... fiuh, akhirnya si Vera datang juga. Dengan senyumnya yang khas Vera pun langsung menyuruh Anna untuk segera berangkat. Undangannya sih jam 15.00, tapi..tau sendiri kan Indonesia janji jam berapa datengnya jam berapa. Yah ternyata benar, disana masih belum ada orang. Haduh,haduh... "orang rajin, orang rajin. Calon orang sukses ya gini, dateng tepat waktu. hahaha" canda mereka.
          Namanya juga sahabat yang lama gak ketemu, sekali ketemu ceritanya langsung nyrocos gak berhenti-berhenti. Mulai dari cerita pacarnya Vera sampai mantannya jadi awal perbincangan mereka. Anna yang memang selalu jadi pendengar setia tetap fokus sama cerita sahabatnya itu. Sesekali Anna juga berkomentar. Anna memang lebih suka menjadi pendengar daripada harus jadi pencerita, dengan begitu ia dapat mengambil pelajaran dari kisah yang didengarnya. Mungkin ketidak ahliannya berbicara juga menjadi alasan ia seperti itu. tapi sampai sekarang Anna masih nyaman dengan kondisi seperti ini. 
  
           Akhirnya Anna dan teman-temannya sampai juga ditempat tujuan. Sebuah pantai diujung Kota. Langsung deh mereka bersenang-senang di pantai itu. Foto, main ombak, nunggu sunset mereka lakukan. "Brrrr...dingin juga kepantai sore-sore gini" salah satu teman Anna berkomentar. "Ho'o ki adem cah." pak ketua pun ikut-ikut berkomentar. Sebenarnya tempat itu bahkan perjalanannya mengingatkan Anna pada suatu hal. Kisahnya yang dulu, pertama kali bahkan setelah masalah itu selesai pun tempat itu menjadi saksi perasaan Anna yang sebenarnya. "Tempat ini penuh kenangan..." air mata itu kembali jatuh. Anna menghirup udara sore itu, udara yang sangat dingin membuat batuk Anna kumat lagi. Ya, beberapa hari ini Anna memang sedang radang tenggorokan, bahkan beberapa hari sebelumnya Anna sempat demam tinggi. Main ke pantai tanpa mencicipi hidangan pantai rasanya kurang lengkap, mampirlah mereka di salah satu rumah makan yang memang banyak tersedia dipinggir-pinggir pantai. "Ah tidak, kenapa mereka harus memilih rumah makan ini?" batin Anna. Ternyata rumah makan yang mereka datangi adalah rumah makan kenangan Anna bersama orang yang pernah ia sukai. Dhani, Dhani lah orangnya. Anna pun bertanya-tanya, mengapa ia harus membuka memory itu kembali disaat ia sudah berusaha menguburnya. Memory itu mengingatkan bahwa hari ini adalah hari yang spesial buat Dhani, Anna benci ini. Anna berharap dengan ikutnya ia dalam acara sekolahnya ia bisa melupakan kesedihan hari ini. "Tapi ya sudahlah..." gumam Anna lirih.
          Makan sudah, ibadah pun tak lupa. Kini saatnya pulang. "Ver, pakai jaketku aja nih, ntar sakitmu kumat lagi low." Anna menawarkan jaketnya pada Vera. Tapi Vera menolak walaupun Anna memaksanya. Anna kuatir jika sahabatnya itu sakit lagi seperti dulu saat mereka sekolah. Vera pernah sakit paru-paru basah, sehingga dulu Ia sempat absen sekolah. Tapi untung Vera punya semangat tinggi untuk sekolah, apalagi saat itu Vera sudah kelas 3 berarti ujian sudah di depan mata jadi Vera semakin rajin untuk belajar. Dalam perjalanan pulang mereka kembali melanjutkan ceritanya. Kali ini tentang Anna. Anna yang sampai sekarang masih punya masalah dengan kepribadiannya terus meminta saran Vera agar sifatnya itu berubah. Anna adalah gadis yang kurang bisa cepat bergaul dengan orang lain yang belum ia kenal dekat, alasannya karena Anna takut, takut jika sikap mereka nantinya sama seperti teman-teman Anna semasa TK. Anna memang mengalami trauma tentang itu. Dulu saat ia masih TK, ada beberapa temannya yang menjadi profokator agar teman-teman yang lain tidak berteman dengan Anna. Anna jadi bahan ejekan mereka, apa yang Anna kerjakan selalu diolok-olok hingga Anna menangis. Karena hal itu, saat TK Anna hanya memiliki satu teman saja. Hal itu membuatnya takut sekolah. Saat SD Anna sempat tidak masuk beberapa bulan, bahkan untuk sekolah Anna masih ditemani orang tuanya. Sempat karena hal itu Anna diperiksakan ke dokter, cek lab, cek darah pun harus dilakoni Anna kecil. Dan ternyata hasil Lab menunjukkan bahwa Anna mengidap penyakit gejala Virus Tokso. Virus tokso adalah virus yang menyerang otak. Badan akan mudah lemas bahkan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Demam, pusing yang berlebih juga menjadi ciri dari penyakit ini. Anna kecil memang tidak terlalu paham dengan hal ini, yang ia tahu hanya setiap 2kali seminggu ia harus ke rumah sakit untuk suntik. Anna kecil tahu kalau biaya pengobatannya sangat mahal bahkan ia tahu kalau orangtuanya harus berhutang untuk biaya pengobatan Anna, sehingga ia tidak berani meminta macam-macam sama kedua orangtuanya. Pengobatan itu berlangsung selama 3 tahun. Alhamdulillah, walaupun Anna kecil jarang masuk sekolah namun pihak sekolah masih memberinya kesempatan untuk naik kelas. Kelas 4 SD Anna kembali bangkit, ia memberanikan diri untuk bergaul dengan teman-temannya. Sebenarnya ini sangat sulit untuk Anna kecil, namun ia sudah berjanji kalau ia akan berubah dan akan rajin sekolah. Ternyata setelah pengobatan dihentikan, berarti Anna kecil sudah sembuh, Anna tumbuh menjadi anak yang pintar, walaupun ia tidak rangking satu dikelasnya namun ia selalu mendapatkan rangking 10 besar. Kini cerita masa TKnya masih terekam dalam memorynya dan mungkin akan selalu terekam.
           "Kamu harus membuka dirimu Na, kamu gak bisa selamanya kayak gini. Kamu harus banyak belajar tentang karakter orang. Tidak Semua orang itu baik. Dan bukan berarti kalau kamu mengenal orang kamu lantas memasukkannya dalam perasaanmu. Kamu cukup mengenalnya." Vera yang kelihatannya gemas dengan sikap Anna yang tak kunjung berubah menasehati Anna. "Ah, ya Ver. Tapi itu susah, kamu tau kan aku dulu pernah trauma? Aku sudah berusaha melawan pikiran-pikiran itu, tapi tetap saja hatiku kalah dengan memory itu. Aku takut Ver, aku benar-benar takut jika mereka tidak bisa menerimaku. Sebenarnya aku bisa cuek jika seandainya mereka tidak menerimaku, namun hatiku ... aku terlalu mudah untuk sakit hati." Anna mulai terisak. "Ya, aku paham Na, tapi kalau kamu gini terus gimana nanti kalau kamu sudah kerja? Dunia kerja tidak sama dengan sekolah apalagi kuliah. Dunia kerja banyak menuntut kita untuk profesional bahkan sekalipun itu hal yang paling tidak kamu sukai." Vera kembali menjelaskan. Untuk masalah kerja, Vera memang sudah berpengalaman. Ia mulai kerja setelah lulus SMA. Tidak heran jika Vera banyak memberikan masukan dewasa pada Anna. Anna sangat percaya sama sahabatnya ini, Vera begitu dewasa melebihi umurnya. Mungkin karena faktor keluarga dan lingkungannya yang menyebabkan Vera tumbuh menjadi sosok yang tegar dan kuat. Teman-teman pun terkadang takut padanya, banyak juga yang menjadikannya tempat curhat karena kedewasaannya itu.
           Tak sadar, sebentar lagi mereka sampai rumah Anna. Semangat-semangat kepercayaan diri, Vera berikan selama perjalanan. Hal itu membuat Anna semakin yakin untuk merubah dirinya. Anna berjanji tahun ini akan menjadi titik bangkitnya seorang Anna baik dari segi kepribadian maupun agamanya. "Trimakasih Tuhan, Engkau telah menghadirkan sahabat seperti Vera. Semoga Engkau selalu merahmati Vera." doa Anna. "Mampir gak Ver?" Anna menawarkan Vera saat tiba dirumahnya. "Aku pamit ma ortumu aja deh, trus aku pulang." sahut Vera. Ibu Anna yang mendengar kedatangan Anna segera menemui anak kesayangannya. Vera pun berpamitan dan pulang. "Makasih Ver, ati-ati..." Anna berpesan sebelum Vera pergi dari rumahnya. "Ya, Assalamu'alaykum." kata Vera. "Waalaikumussalam..." jawab Anna dan Ibu.

BERSAMBUNG~ 

0 komentar:

Posting Komentar

Foto Saya
Azahra Bustan
Lihat profil lengkapku

Pengunjung

Blog Archive

Visitor

Flag Counter

Follow Me

Diberdayakan oleh Blogger.